Tek…tek…tek ..tek
Bunyi benda logam dipukul..tiap bunyi berjeda beberapa saat.
“eh, itu nasi goreng kan?” tanyaku ke temen rumahku.. “iya, tuh dari tadi kamu menantinya kan?”
“NASGOR BANG”, Langsung ku berteriak dari ruang tamu untuk menghentikan abang nasgor. Sambil teriak ku sibuk mencari jilbab langsungku.. khawatir abangnya gak mendengarku, membuatku grasa grusu, nabrak meja, dan akhirnya ku menemukan jilbabku di gantungan lemari..(yang mungkin karena buru2nya ku gak menyalakan lampu kamar, sehingga aku meraba-raba dan menyenggol beberapa hal di sana
)
Aku keluar, dan ku gak melihat gerobak nasgor,… “nasgor?” ku celingukan tanpa meninggalkan pintu.. “iya, neng”.. wew.. abang nasgornya tertutup jemuran depan rumah..
. ternyata abang nasgornya tidak pake gerobak, tapi bakul yang dibawa di pundak, sama kayak yang jual tahu gejrot.
Setelah terlepas dari kebengonganku, “ oiya, bang, sebentar yah…” aku ambil piring ke dapur, dan kembali menemui abang nasgor. “ pedes neng?” tanyanya.. “enggak bang. Gak pake pedes.” Baru kali ini aku menjadi pembeli abangnya. Kalo tukang bubur langgananku, tanpa diminta dia gak akan mengikutsertakan bungkusan sambal ke buburku
. laen kali aja aku bercertita ttg salah satu abang buburku.
Kembali ke abang nasgor. Ya singkat cerita, nasgor dah di tangan. Aku hanya menunggu di dalam. Karena di luar sangat dingin.
Dipertengahan makan, ada suara tek tek tek lagi, tapi kali ini lebih cepat dan dengan frekuensi yang lebih tinggi dari tadi. Awalnya aku mengira kalo abang nasgor tadi keliling balik ke depan rumah, tapi kata temen ini nasgor yang gerobak.. oiya, tak lama pun terdengar gerobak didorong. Kalo yang dipanggul kan dia mukul tek.. jalan ngos ngosan tek jalan ngos-ngosan, jadi bunyinya beda dengan gerobak.. ini hanya teori saja
Wew, coba tadi yang datang duluan abang yang bergerobak, mungkin aku beli yang gerobak, coba tadi agak sorean macet gak memakan tempat jualan abang nasgor langgananku, mungkin aku gak beli nasgor di abang nasgor yang di tenda.. (awal ceritanya aku menginginkan nasgor dari setelah magrib, dan baru keturutan jam 10an malam, sambil makan sambil nonton film india
)
Ya itulah, malam ini rejeki seseorang melalui aku jatuh pada abang nasgor yang pake panggulan, bukan gerobak bukan juga yang pake tenda.
Rejeki itu gak akan salah alamat. Dan apapun yang telah dan akan kudapat merupakan rejekiku, rejeki tidak akan salah alamat.
Terlalu banyak rejeki yang kuterima, tapi aku merasa diri ini jauh dari sikap yang pandai bersyukur. Astaghfirullah..
“maka nikmat Tuhan yang mana yang akan kau dustakan.” Tidak terlalu berlebihan jika ayat ini diulang-ulang terdapat pada surat Ar-Rahman. Seringkali manusia, terlalu banyak meminta, terlalu banyak menuntut, dan terlalu sering lupa walaupun hanya mengucapkan terima Kasih pada sang Pencipta, sering diri ini lupa untuk bersyukur.
Ya Allah, terima kasih atas segala nikmat yang Kau anugrahkan ke hamba ini. Nikmatmu yang gak akan sanggup hamba rinci satu per satu. Tegur hamba, jika hamba lalai, tegur dengan rasa sayangMU. Hamba tidak akan sanggup jika Engkau menegur dengan murkaMU, baik di dunia, terlebih lagi di akhirat.
*ketika ini ditulis, temen sebelah negur..”lagi nulis tesis?” @_@

wah tesis mbak ike keren
semangat mbak buat tesisnya
kalo tesisku kayak gitu, aku bagusnya masuk jurusan mana yah?
tesis mah nanti ajah. yang penting mah apdet blog
haahah
semuanya harus sinergis (sok bijaksana neh
)
Segala sesuatu yang qt dapatkan hari ini adalah yang terbaik bagi kita dari Allah. Alhamdulillah masih diberi umur untuk terus menyebut asma Allah
semoga waktu kita senantiasa barokah… umur panjang dan banyak amal
setuju rejeki ngak akan salah alamat…. begitu pula dengan jodoh..
betul betul betul
bang ridho paling jago dah klo da urusan jodoh mah .hehehe ….kangen ma nasi goreng tek2 bandung euyyy…….
kayaknya dah sensi ma masalah jodohne bang ridho ma bang uchan