Idul Adha Bukan hari Pembantaian

Alhamdulillah,tahun ini masih merasakan nikmatnya lebaran haji. sekarang harus cukup bersyukur berlebaran di tanah parahayangan dan terus berdoa agar segera menjadi Tamu Allah.

Ingin sekali, sampai sesak rasanya, merasakan idul adha di tanah suci, setelah sebelumnya telah melakukan wukuf di Arafah, dan mabit di Mudzalifah.. dan melaksanakan rukun haji setelahnya.. pergi ke tanah suci, bersama ibu.. (segera kabulkan ya Allah.. Aamiin)

Tidak hanya di dunia kasat mata, di dunia maya pun, semarak layar 3 inchi ku dengan foto-foto hewan kurban, baik ketika masih hidup maupun setelah menjadi sebuah masakan yang menggunggah selera, berbagai macam doapun tertuliskan.

Namun, diantara keramaian itu, ada satu hal yang sangat mengusik hatiku. Tidak hanya satu kali, tapi dua kali aku menemukannya di dua jejaring sosial yang berbeda.


Sungguh ini bukanlah hari pembantaian. Tidak ada pembantaian yang mengatasnamakan Rabb Semesta Alam.

 ” Kita akan gelisah jika ada yang mengoyak keyakinan kita, tapi jika sudah tak terasa lagi koyakan itu, maka perlu dipertanyakan lagi, bagaimanakah keimanan kita..”

Mungkin terlalu berlebihan, tapi siapa lagi yang membela agama ini, jika bukan umatnya sendiri.

Advertisement

3 comments on “Idul Adha Bukan hari Pembantaian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s