Habibie & Ainun (Movie)


images

3o hari yang lalu, singgah ke TSM mall.. sudah berubah dari BSM menjadi TSM. Kalau ke sini hanya satu tempat yang kutuju, lantai paling atas, ke XXI. dan kabarnya sekarang sedang direnovasi. mungkin BSM XXI tidak akan ada lagi dan akan berganti menjadi TSM XXI kali ya :mrgreen:

kok jadi ngomongin mall nya 😀

iya, aku ke sini, untuk menonton film Habibie & Ainun, telat banget sih, tapi dengan begitu, aku bisa memilih tempat duduk sesuka hati, dan lebih gampang jika kursi yang dipilih hanya satu.. (jadi inget kejadian nonton juga, dibilang oleh mbak kasir bahwa tiket sudah habis, tapi saat ku bilang hanya untuk satu orang, ternyata masih ada. Mungkin kurang lazim kali ya, nonton hanya sendirian itu). dan baru kali ini aku tau ada film yang di depan theaternya ada backdrop buat foto-foto, tapi aku gak foto di sana. gak ada yang moto-in 😀

sekarang fokus ke filmnya..Sebenarnya juga gak tau juga sih mau review apa tentang film ini. sudah banyak review yang bertebaran diluar sana. Hanya saja ketika aku nonton film ini, kebanyakan yang nonton adalah para ibu-ibu yang sudah berumur baik bersama dengan ibu-ibu yang lain maupun dengan bapak-bapaknya.. Pfuhh… nasib #JombloNgenes

Saat nonton film ini, terasa sekali kehidupan seorang engineer, dan engineer itu bisa mempunyai kisah yang begitu.. begitu apa ya.. begitu melankolis, begitu so sweet.. Aku sendiri sebagai seorang engineer, belum pernah merasakan sisi kehidupan seperti itu (ya iya lah.. :mrgreen: ) ..  seorang engineer di tengah keidealisannya, perfectionisnya, didampingi oleh seorang dokter.. Engineer dan Dokter ( cukup cocok)..

di sini aku melihat alur yang sebenarnya pernah menjadi alur hidup yang pernah kubayangkan. Menikah, punya anak, dan mendidik anak, ketika anak-anak sudah cukup umur baru bekerja kembali. tapi mungkin keinginan untuk melanjutkan studi masih kuat. Tapi semua itu masih bisa dikompromikan, dan usaha dan doa..

dalam film ini, scene yang membuatku nangis bombay adalah ketika N250 terbang untuk pertama kalinya. yang ada dalam pikiranku saat itu adalah Ya Allah, apa yang sudah aku berikan untuk bangsa ini. Produk anak bangsa yang sempat terabaikan ini.. akn dibangkitkan lagi, aku cukup senang dengan kabar ini. tapi tetap, aku sendiri sudah menghasilkan apa untuk bangsa ini.

scene yang kedua adalah scene saat pak habibie dan bu ainun mengunjungi hanggar yang disana pesawat N250 terongok penuh debu.. aku jadi keingat dan meresapi kata-kata itu. Dengan produksi pesawat itu secara massal dan murah, indonesia pasti lebih merata pembangunan. yang mungkin saat ini, yang aku tahu lebih banyak pesawat untuk tujuan wisata dan senang2. mungkin ketika sudah diproduksi secara massal, pergi ke pulau seberang bisa seperti naik bus saja 🙂

scene selanjutnya, tentu ketika bu ainun jatuh sakit. saat ada dialog oleh pak habibie ” Aku gak peduli harus operasi berapa kali, yang penitng ainun harus sembuh’. kurang lebih percakapannya begitu.. Manusiawi sekali, bahwa kehilangan adalah hal yang ditakuti oleh banyak manusia.

dan ketika kisah cinta yang di bawah payung pernikahan, sungguh jauh lebih indah, dari kisah cinta dalam negeri dongeng.. dan aku hanya bisa berdoa:

RABBANA HABLANA MIN AZWAJINA WA ZURRIYATINA QURRATA A’YUNIW WAJ’ALNA LIL MUTTAQINA IMAMA.
(“YA TUHAN KAMI, ANUGRAHKANLAH KEPADA KAMI ISTERI-ISTERI KAMI DAN KETURUNAN KAMI SEBAGAI PENYENANG HATI (KAMI), DAN JADIKANLAH KAMI IMAM BAGI ORANG-ORANG YANG BERTAKWA). (QS: Alfurqon: 74)

*hanya sebuah obrolan sore hari

By marlindia Posted in blog

2 comments on “Habibie & Ainun (Movie)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s