Solo Hiking Semeru (9-12 Mei 2013)


Solo hiking—safety first

itu benar-benar kupegang..  Pastikan fisik, mental, dan perlengkapan dan peralatan dalam kondisi fit. Akupun memberanikan diri karena juga sebelumnya aku sudah pernah ke tempat ini, dan cukup tahu medannya seperti apa.

Sebenarnya dari awal, mencoba untuk mencari teman perjalanan. Sudah berhasil booking, tapi ternyata teman booking gagal berangkat. Sudah dapat teman yang akan langsung ketemu di Malang, ternyata tidak ketemu juga. Akhirnya jadilah aku menjalani solo hiking untuk pertama kalinya. (dan ternyata sistem booking di TNBTS belum berlaku  🙄 )

Musim Semi di ranu pani dan sekitarnya :)

Musim Semi di ranu pani dan sekitarnya 🙂

Sebenarnya, kalau dibilang solohiking, tidak sepenuhnya benar, toh selama perjalanan banyak ketemu teman baru, ngobrol, atau hanya bertukar salam dan semangat selama dalam perjalanan. Memang, saat itu merupakan longweekend, dan tentunya banyak yang ambil cuti untuk bisa jalan ke tempat yang masih menjadi tempat favorit. Selebihnya, yang menjadikan aku solo hiking karena semua peralatan: tenda, kompor dkk, serta logistic aku bawa sendiri. Walaupun masih belum bisa menerapkan sistem ultralight hiking, tapi hampir mendekati lah. :D.

Pada awalnya, saya coba menggunakan carriel sendiri, yang berkapasitas 30+5 L, semuanya bisa masuk, tapi jaket harus dipakai terus. Akhirnya aku membongkar kembali di menit terakhir keberangkatan, berganti dengan kakaknya tuh carriel milik temen serumah. Jadilah aku berangkat dengan carriel 40+5 L. dengan berat total sekitar 10 Kg (kelebihan berat dari biasanya).

Selama melakukan perjalanan ini, saya merasa seperti prime number (yang hanya punya 2 faktor pembagi, satu dan dirinya sendiri, Tuhan dan diri saya sendiri 😉 ) , saya merasa jadi lebih dekat dengan diri saya sendiri dan juga dengan Sang Pencipta. Saat jalan sendiri, dan ada rasa takut menghinggap, dzikir jadi senjata, ketika bertemu dengan pemandangan yang luar biasa dzikir pun terucap. Dan satu-per satu kebaikan dari orang lain pun terhantarkan ke diri saya. Baik selama perjalanan maupun saat bermalam.

Perjalanan kali ini awalnya hanya ingin melihat kebun lavender saja, setiap ketemu orang dan bertanya akupun menyampaikan niatku itu. Sampai ada yang memanggilku dengan “mbak Lavender” 😀

Tapi, ketika sampai di bukit terakhir, antara pos 3-4, terlihat mahameru begitu menggoda. Kangen dengan dia. Sudah deh, selama sisa perjalanan menuju rakum galau dengan pikiran “hanya sampai oro-oro ombo, atau lanjut ya, lanjut gak lanjut gak”

Malam pertama, bermalam di ranu kumbolo. Sesuai dengan target dan pelunasan hutang dari perjalanan sebelumnya, aku bisa melihat rakum dari atas saat matahari masih ada.

Akupun langsung mencari lokasi untuk mendirikan tenda, yang saat aku tiba masih sedikit tenda yang berdiri, dan dapatlah di sebelah rombongan dari Bank Mandiri. Akupun mendapat sedikit bantuan untuk mendirikan tenda, dan aku pun dapat traktiran makan malam nasi dan sop hangat serta teh manis hangat. Alhamdulillah, rejeki seorang musafir ;).. malam itu aku belum mengeluarkan komporku.

keesokan harinya, setelah masak nasi liwet instan, dan ternyata itu untuk porsi 4 orang :D, aku diketemukan oleh temen2 dari Surabaya. Memang yang kemaren rencananya ketemuan (sebelumnya juga belum pernah ketemuan),  baru ketemu di rakum. mereka menemukanku, karena melihat semua ciri2 yang aku sebutkan tentang diriku terlihat, mulai dari baju, jilbab, dan tenda yg kupasang. beruntung saat itu, aku baru mulai packing tenda bagian dalam, jadi masih terlihat ciri-ciri yang kusebutkan kemaren. Spontan saja. aku tawarkan nasi liwet ku itu. Seneng ya bisa berbagi 🙂

Salah satu keuntungan solohiking adalah fleksibiltas waktu. Dengan memperhitungkan logistik, akhirnya aku  memutuskan untuk lanjut.

Berangkat sendiri menuju kalimati, dan tentunya setelah tanjakan fenomenal itu, tujuan utamaku terlihat. Ungu Hijau dengan sedikit putih dan kuning… Semeru dan Oro-oro ombo sedang musim semi, kawan. Tak lupa, aku minta tolong kepada pendaki lain untuk mengambilkan foto untukku, dan ada yang ngajak foto bareng aku, mbak-mbak jilbaber 😉

Oro-oro ombo

Oro-oro ombo and me 🙂 ( ini sih waktu perjalanan pulang 🙄 )

Tapi sesampainya di cemoro kandang, pikiranku agak galau, agak labil.. “ini  beneran mau ke kalimati, gak cukup sampai sini saja, kan tujuan awal hanya sampai sini?”

dengan perasaan seperti itu, aku tetap melanjutkan perjalanan sedikit demi sedikit. sampai dengan pemberhentian ke sekian kalinya, aku bergabung berisitirahat dengan rombongan 3 orang, cukup lama aku beristirahat dengan mereka, sambil ngobrol, sambil menimbang-nimbang apakah lanjut atau tidak.. sekitar satu jam, istirahat, dan ternyata mereka itu pejalan yang santai tapi cepat :D.. akhirnya dengan semangat yang diberikan oleh mereka aku pun melanjutkan sampai ke kalimati. Aku pun mempersilahkan mereka untuk berjalan sesuai dengan kecepatan mereka.  Selama perjalanan pun aku saling susul dengan rombongan lain, ada mas-mas yang bawa keril dua, yang membantu temannya. wah keren mah mas nya itu. ada rombongan ibu-ibu juga, keren juga nih ibu-ibu.

Singkat cerita sampailah di Kalimati. dan sudah rame, aku keliling2 cari lapak, dan ketemu rombongan 3 orang tadi, dan aku dipersilahkan mendirikan tenda di dekat mereka. dan jadilah kami tetangga selama semalam :D.

Setelah istirahat sebentar, melanjutkan ke Sumbermani untuk cari air, dan ketemu lagi dengan orang-orang yg kutemui di jalan kemaren. Mereka kaget, “loh katanya hanya sampai lavender aja”.. tanya mereka, “iya, aku kebawa arus”.. dan mereka pun juga spontan menawarkan lapak untuk tendaku. Makasih ^^

Saat di Sumber mani pun ketemu beberapa orang lagi. mungkin saking banyaknya “say hai” ke orang-orang, saat aku disapa kembali, aku bengong.. sampai si yang nyapa, mengingatkan kembali dengan hal-hal khusus tentang mereka.. 🙂 .. “Tas dua mbak, tas dua” sambil memeragakan gembol dua keril, salah seorang kawan yang menyapaku dan kurespon dengan bengong 😀

inilah yang aku sukai, ketemu dengan banyak orang baik.. orang baik itu ada dimana-mana kawan 🙂

singkat cerita, mulai berangkat summit. sendiri lah, aku hanya ngikutin rombongan orang lain saja.. dan selama jalur pendakian macet, kawan.. jadi ngantuk sepanjang jalan. :D. dan saat sampai di deket cemoro tunggal, ketemu seorang kakek, yang pelipisnya terluka, spontan saja aku tawarin plester.. dan kerennya kakek tetap lanjut jalan ke atas.

Saaat hampir puncak, matahari sudah terbit.. gagal lagi menikmati sunrise di puncak dan sholat subuh di puncak. lagi-lagi nyubuh di lereng-lereng mahameru 🙂

Seperti biasa, pendakian itu tidak hanya tentang fisik, tapi juga mental dan semangat. Lihat puncak yang sangat dekat di mata dan jauh di kaki, aku istirahat kembali, sambil menikmati angin sepoi-sepoi, cocok skali buat tidur.. rebahan di kemiringan lebih dari 50 derajat..

saat sudah mulai enak-enaknya rebahan, ada seorang pendaki lain (yang harusnya sudah pernah aku temui, tapi seperti biasanya aku sering gak ngeh ini yang mana)..  Memaksaku untuk bangkit dan menyelesaikan pendakian. Hampir saja tuh pendaki menarikku agar segera bangun dan narik ke atas, karena aku awalnya ogah-ogahan untuk melanjutkan..

Ternyata, aku gak cocok jadi pendaki solo, aku butuh orang lain untuk menyemangati aku.  Terima kasih pada seorang pendaki dan rombongannya yang telah memberiku semangat untuk bangkit..

Untuk kedua kalinya, kaki ini menginjakkan kaki di tanah tertinggi di pulau Jawa

jika trip sebelumnya, i dedicated for my mom, this trip, i dedicated for my DAD.. 🙂

I hope you see this, Dad.. I miss you so much..

Just for you, Dad :)

Just for you, Dad 🙂 – 110513

Saat itu, Kawah jonggring Saloka lagi rajin mengeluarkan asapnya, setelah puas berfoto ria baik dengan bantuan tripod, bantuan tangan orang lain, foto dengan pendaki lain, makan bekal roti+keju, aku pun duduk manis depan kawah, beberapa saat menunggu momen Wedhus Gembel muncul. Sudah sangat terik, dan aku pun menyerah, akhirnya aku putuskan untuk turun.

Dan momen seluncur pun sudah aku tunggu-tunggu. Tapi harus bersabar, karena harus antri turun, karena masih banyak yang mau naik, jadi harus nunggu semacam sistem buka tutup gitu, dan tetep dengan saling menyemangati pada yang baru naik 😀

sepanjang seluncuran di jalan, ketemu temen-temen yang kutemui sebelumnya.. ayo ayo semangat..

dari pengalaman sebelumnya, kali ini selain minum, aku juga berbekal makanan yang mengandung air, jelly punch, dan apel..

Sesaaat sebelum Arcopodo, aku berhenti dan menghabiskan sebuah apel. Sampai di Arcopodo, aku tertidur. beberap saat terbangun, dan melanjutkan perjalanan teringat tendaku kosong sendirian.  Ketika mau sampai di Kalimati, ternyata ketemu ama tetangga tenda. Kupikir mereka tidak muncak, tapi ternyata mendadak mereka jadi muncak, ada yang tinggal jaga tenda juga. Padahal aku buru-buru turun dari puncak, karena ingat tendaku pasti sudah ditinggal ma tetangga pulang. Ternyata… orang-orang yang koplak 😀

bersama mereka menuju ranu kumbolo lagi, rencana awal aku mau bareng langsung ke ranu pani, tapi saat sudah sampai di rakum, ada keinginan untuk menginap semalam lagi :). Padahal sisa spiritusku sudah aku berikan ke tetangga yang lain, tapi setelah ngecek logistik yang masih ada dan tidak perlu dimasak, masih cukup sampai esok, akhirnya aku menginap lagi.

Saat perjalanan bersama mereka, full foto-foto. dan akhirnya aku menunggu mereka di jambangan, kutunggui mereka berfoto ria sampai aku tertidur.  dan sepanjang perjalanan ke ranu kumbolo pun kulalui dengan ceria, sambil foto setiap bunga yang ada di spanjang jalan, dan klimaksnya ada di kebun lavender 🙂

Kejadian lucunya, saat sampai di kebun lavender da yang bilang, “wah, pas banget nih kalo ada lagu india”.. teringat ada satu-satunya lagu india di HP, aku puter lah, tak kuasa terbawa goyang :mrgreen: .. dan pendaki yang lewat pun pada senyum-senyum aja 😀

Singkat cerita, sesampainya di rakum, aku berpisah dengan rombongan koplak itu, dan sampai pisah pun aku belum tahu nama mereka, akhirnya aku hanya kasih nomerku, dan alhamdulillah kami masih keep contact sampai sekarang. 😀 (tapi dari sekian banyak, hanya 2 rombongan saja yang tau nama salah satu personelnya :(, selebihnya aku berharap ada yang membaca tulisan ini, dan merasa pernah ketemu dengan cewek yang jalan sendirian di semeru pada tanggal 9-12 mei 2-13.. ) mohon bantuan sebar info ya kawan.. aku berharap bisa ketemu lagi baik di gunung yang sama atau di gunung lain, atau di tempat lain 🙂

setelah isitrahat sebentar, ngobrol dengan beberapa orang, dan salah satunya menjadi tetanggaku, aku mendirikan tenda, dan tiba-tiba saja ada yang membantu aku mendirikan tenda. (eh, itu kan pendaki yang kemaren 🙂 ).. makasih..

Malam itu di Rakum, entah itu hanya modus atau apa, ada yang mengetuk tendaku, dan minta untuk dipasangkan gas ke kompor, sekalian aku diundang untuk makan malam. Alhamdulillah, kami masak bareng dan makan bareng. dan di tengah-tengah makan malam, ada yang mengetuk tendaku lagi. aku yang notabene lagi diluar, sempet bengong aja ada yg mendatangi tendaku lagi. Ada yang mengundang aku makan malam lagi :). tapi, maaf belum bisa bergabung. sudah kenyang.. tapi hal ini terbayar saat paginya. saat aku sedang packing, mereka menjamuku dengan roti dan teh hangat.. Alhamdulillah, makasih.

dan praktis logistikku yang tersisa, aku jadikan bekal semuanya untuk perjalanan pulang.

Syukur ini semakin meningkat, seiring dengan langkah kaki menuju rumah

Sabar ini semakin bertambah, seiring jauhnya kaki melangkah..

Sepenggal Firdaus di Bumi ini, menjadikan seluruh indra berdzikir..

Rakum

Ranu Kumbolo and Sun

*Harapannya sih, suatu saat nanti bisa couplehiking :mrgreen:

Advertisements

37 comments on “Solo Hiking Semeru (9-12 Mei 2013)

    • Kebetulan waktu itu masih bisa register sendirian..
      Kalo sistemn TNBTS yg baru sy kurang tahu bisa ato tdk. Paling nanti diminta gabung ama kelompok lain.
      Tapi kalo gabung dg kelompok lain bisa ditanyakan dulu jadwal2 mereka. Biar turunnya juga bs lapor bareng lagi.
      Tp waktu itu sy juga pas pulangnga lupa gak lapor ding 😀
      Kalo pas muncaknya ya, siap fisik dan bekal logistik ke atas aja bro. 🙂

  1. salam kenal mbak.

    Kalau boleh tahu, perizinannya gimana ya? Saya ada rencana mendaki solo juga ke Semeru awal desember nanti. Denger2 info dari temen, katanya surat izin ga bakal keluar. Mohon infonya 🙂

    Terima kasih

  2. Mba itu beneran carielnya 45 liter? Klo sy liat itu 80 liter. Klo ga salah liat itu cariel merk deuter ya. Tp klo itu keluaran lokal, mer-nya gravell tipe sembilan. Tetap semangat mba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s