Kota [ber] Lumpur


Delapan tahun yang lalu, sebuah bencana menimpa kota yang terkenal dengan Petis Udang dan krupuk. Namun setelah kejadian tersebut, kota ini lebih dikenal dengan ‘Lumpur’nya daripada hasil lautnya.

“Asalnya dari mana”

“Dari Sidoarjo.”

“Ohh… Yang kena lumpur Lapindo itu ya?”

‘Senyum meringis’

 

Sidoarjo, sebuah kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Timur, sebelah selatan Surabaya. Di sini terdapat bandara Internasional, Juanda dan terminal Bungurasih atau dikenal juga sebagai terminal Purabaya, yang merupakan terminal penghubung hampir seluruh kota di Jawa Timur dan propinsi yang lain.

Kota yang juga dikenal sebagai Kota Delta, karena berada di daerah delta sunga, diapit oleh sungai Porong dan Sungai Mas, kini ujung kota berupa daerah penuh genangan lumpur.

Saat libur lebaran, aku menyempatkan diri untuk melihat kondisi terakhir dari daerah semburan lumpur.

Benar saja, daerah tersebut, yang terdiri dari 11 desa sudah tidak terlihat bentuk desanya. Dimulai dari terlihatnya tanggul di sepanjang tepi Jalan utama Surabaya-Malang, daerah itu dipenuhi oleh berbagai bentuk lumpur, mulai dari yang sudah kering, sampai yang masih berupa aliran sungai. Sungai kecil yang bukan air yang mengalirinya tapi lumpur cair.

Aku berdua dengan adikku, mengunjungi tanggul itu dengan berkendara motor. Begitu memasuki area tanggul, ada seseorang yang menghentikan motor kami, dan meminta uang 10.000 sebagai uang ijin masuk.

Area tanggul sudah menjadi sejenis tempat wisata. Aku hanya berpikir positif, orang yang mencari uang di area ini adalah merupakan korban dari tragedi ini.

Di sini sudah terdapat warung kopi, penjual DVD tentang sejarah Lumpur, dan tukang ojeg.

Jika kita membawa kendaaraan roda empat atau lebih, kendaraan parkir di bawah tanggul. Kalo ingin memasuki area dan ingin berkeliling-keliing ada tukang ojeg yang bisa mengantarkannya.

Kami pun mencoba mengelilingi area tanggul, tapi hanya bisa separoh, karena cuaca dan udara sangat terik dan panas. Tapi ditengah-tengah kami dihentikan lagi oleh ‘penjaga’ tanggul dan dimintai uang lagi. Saat kami menjelaskan bahwa kami sudah membayar di depan saat kali pertama masuk, mereka mengatakan bahwa area ini sudah masuk desa yang berbeda, jadi harus bayar lagi.. OMG…

Di tengah-tengah area ternyata ada sekumpulan patung dari lumpur. Konon cerita dari abang penjual DVD, patung-patung itu merupakan hadiah dari seorang seniman, untuk menyambut salah satu capres yang akan berkunjung ke sana.

DSC05918

Tolong kamiii..

DSC05913

patung lumpur

Kata bapak-bapak yang menawarkan jasa guide, lokasi patung ini, sebenarnya sudah kering lumpurnya, tapi beberapa waktu ini, lumpur menyembur lagi, dan jadi basah lagi.

Ketika isi bumi dikeluarkan terus menerus, meninggalkan ruang kosong di bawah, tinggal menunggu apa yang akan terjadi.

Ya Allah, semoga masalah ini segera  terselesaikan.

Advertisements
By marlindia Posted in blog

5 comments on “Kota [ber] Lumpur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s