Past


Pekan lalu ada sebuah festival seni di Bandung. Awalnya sekalian ada agenda foto bareng dengan teman-teman di komunitas, dan ternyata aku salah lihat tanggal.
Akhirnya aku pergi sendiri, berkunjung. Diselingi  oleh hujan, dan macet akhirnya sampai juga. Mencoba mencari-cari teman-teman, tidak ketemu juga.
Berkeliling sendiri, keluar masuk stand membidikkan kamera ke banyak arah. Saat menuju ke pintu keluar; entah kenapa, di antara ribuan manusia, ramenya suasana, mataku tertarik pada sebuah titik.

I saw your face in a crowded place,
And i don’t know what to do

(You’re beautiful, James Blunt)
^backsound moment itu 😀

Beberapa detik, aku terbengong. Aku melihatnya, dia, dia di sini. Seorang dari masalalu ku, yang seharusnya aku sudah menyiapkan diri untuk momen seperti ini.
Setelah beberapa detik, terbengong, aku langsung balik arah, menyembunyikan diri, mengarahkan pandangan ke arah lain, dan berharap menjadi invisible. Walaupun belum tentu juga dia nya sadar ada aku juga. 😀
Tapi, sesaat aku sadar, ini saatnya aku membuktikan bahwa saat ini, aku sudah baik-baik saja, masih hidup masih sehat,dan makin berkarya.
Aku mencoba mengejar ke arah yang sama, tapi aku sudah kehilangan jejak.
Atau mungkin aku tadi hanya berhalusinasi saja…

“Aku sudah memaafkan mereka.
Rasa sakit itu sudah tidak ada.
Luka itu sudah kering.
Tapi entah apa yang harus kulakukan saat bertemu dengan mereka?”
Tanyaku.. Saat berada di ketinggian, berteduh dalam tenda, menunggu hujan agak reda..
“Jangan dihindari, temui, tanyakan apakah mereka baik-baik saja, dan tunjukkan bahwa kamu baik-baik saja.” saran dari rekan dalam perjalanan.

Iya, aku baik-baik saja, dan hidupku selama ini luar biasa.
Tapi, peristiwa di festival itu, membuatku merasa gagal, refleksku masih menghindar.
Apakah aku bersungguh-sungguh telah berdamai dengan masa laluku?
Apakah aku bersungguh-sungguh telah memaafkannya?

Dan aku hanya ingin, masalalu itu hanya seperti spion, yang hanya perlu dilihat sekilas dan tak berlama-lama, agar aku bisa berlari lebih cepat dan lebih jauh menuju masa depan.
Bisa jadi, kamulah bagian dari masa depanku, bukan dia.
Kutuliskan hal ini, juga sebagai cara bahwa aku benar benar ingin berdamai, dengan menceritakan kepadamu…

image

Salah satu adegan di serial Sherlock Holmes, season 3 epsisode 3.
So sweet banget pas adegan itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s