Kejadian Random di Korea (part I)


Hari ke 17 meninggalkan tanah air, dan hari ke 7 di Negeri ginseng. Setelah 6 hari berjalan sendiri ke beberapa kota, baik hanya untuk sekedar jalan sendiri, mengunjungi sahabat, sampai dengan menyelesaikan kerjaan yang ternyata deadlinenya berbeda dari yang aku ketahui. Hhuhuu

Saat ini, aku sedang menunggu kedatangan teman-temanku. Yang sekarang entah sudah sampai mana. Saat komunikasi tergantung jaringan wifi, hanya mengharap mereka segera membalas pesan-pesanku.

Menunggu ditemani oleh kopi panas dan pahit, serta hujan yang nampaknya sudah mulai reda.
Hari ini, aku praktis hanya berjalan-jalan keliling dari subway satu ke subway lain, sambil menunggu, sambil membawa bawaan yang sudah mulai beranak . -_-
eh, di Seoul station tadi aku disamperin dua nenek-nenek, dan mereka agak maksa meminta untuk melihat ke layar tablet mereka. Aku sudah curiga terhadap apa yang mereka lakukan, dan benar saja, beberapa detik setelah aku melihat ke tablet mereka, sudah muncul tanda-tanda `rekruitasi` terhadap kelompok mereka. Aku sebenernya pengen ngajak `diskusi`, tapi aku agak ngos2an mencari tempat duduk, sambil geret-geret koper πŸ˜€ . Dan aku hanya bisa melihat mereka, sambil menunjukkan jilbabku, ` I`m Muslim`.
Ini bukan kali pertama, saat baru mau keluar dari Stasiun Gumi, aku juga didatangi oleh kelompok sejenis, dan saat itu pelakunya adalah mbak-mbak, juga waktu aku mau ke daerah masjid besar Seoul di Itaewon, aku hampir dicegat oleh orang sejenis. Mereka gigih juga ya, semoga mereka mendapat hidayah.

Kejadian satu lagi, saat aku sudah duduk manis, menunggu kabar. Uang dari sakuku terjatuh, dan masih rejeki. Ada orang yang menepuk aku dan kasih tau bahwa uangku terjatuh. :
Kemudian, di depanku ada seorang kakek. Awalnya aku pikir kakek itu adalah petugas kebersihan, karena melongok-longok ke tong sampah. Sebelumnya juga ada seorang yang berseragam yang mengambil sampah, seplastiknya dan mengganti dengan plastik baru. Kupikir kakek itu petugas juga. Namun ternyata kakek itu mengambil gelas-gelas di tong sampah, dan menyedotnya. 😦 berulang kali dia lakukan itu. Apakah dia salah satu tunawisma di negeri ini? Aku cari-cari di kantong bawaanku, gak ada minuman kemasan. Dan akhirnya aku berikan saja roti yang ku punya. Aku tak tahu gimana budaya yang berjalan di negeri ini, apakah memberi sesuatu ke tunawisma, diperbolehkan atau tidak. Aku beri dengan cepet, dan kembali lagi ke tempat dudukku semula. Agak-agak cemas jika ada pihak yang mencurigai aku. Dan ternyata akunya saja yang terlalu berpikir yang macam-macam.

Kenapa aku sempet berpikir yang macam-macam? Kejadian sebelumnya, saat di Busan, waktu di subway, ada orang masuk dan dia menjatuhkan headset. Aku reflek mengambilnya, dan memanggil orang itu. Namun dia tidak respon, saat aku dekati, dia agak sempoyongan, dan pandangannya gak fokus. Aku baru sadar, bahwa dia sedang mabuk. Aku mencoba untuk memberikan headset, tapi dia menolaknya. Lalu aku mencoba untuk minta bantuan orang lain untuk memberikan headset ke orang itu. Tapi akunya dicuekin 😦
Saat mau turun, aku lihat orang itu duduk, dan aku taruh aja headset di tas yang dipangkunya. Namun dia menolak lagi dan memberikan lagi tuh headset. Daripada berdebat dan akunya mau turun, aku ambil saja headsetnya.
Saat aku menceritakan ke teman yang lain, orang sini kebanyakan emang cuek-cuek. Saat di subway, most of them, yang muda-muda, kalo gak maen hape ya nutup telinga pake headset.

Welcome to korea πŸ˜€

Advertisements
By marlindia Posted in blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s