Kejadian Random di Korea (part I)

Hari ke 17 meninggalkan tanah air, dan hari ke 7 di Negeri ginseng. Setelah 6 hari berjalan sendiri ke beberapa kota, baik hanya untuk sekedar jalan sendiri, mengunjungi sahabat, sampai dengan menyelesaikan kerjaan yang ternyata deadlinenya berbeda dari yang aku ketahui. Hhuhuu

Saat ini, aku sedang menunggu kedatangan teman-temanku. Yang sekarang entah sudah sampai mana. Saat komunikasi tergantung jaringan wifi, hanya mengharap mereka segera membalas pesan-pesanku.

Menunggu ditemani oleh kopi panas dan pahit, serta hujan yang nampaknya sudah mulai reda.
Hari ini, aku praktis hanya berjalan-jalan keliling dari subway satu ke subway lain, sambil menunggu, sambil membawa bawaan yang sudah mulai beranak . -_-
eh, di Seoul station tadi aku disamperin dua nenek-nenek, dan mereka agak maksa meminta untuk melihat ke layar tablet mereka. Aku sudah curiga terhadap apa yang mereka lakukan, dan benar saja, beberapa detik setelah aku melihat ke tablet mereka, sudah muncul tanda-tanda `rekruitasi` terhadap kelompok mereka. Aku sebenernya pengen ngajak `diskusi`, tapi aku agak ngos2an mencari tempat duduk, sambil geret-geret koper ๐Ÿ˜€ . Dan aku hanya bisa melihat mereka, sambil menunjukkan jilbabku, ` I`m Muslim`.
Ini bukan kali pertama, saat baru mau keluar dari Stasiun Gumi, aku juga didatangi oleh kelompok sejenis, dan saat itu pelakunya adalah mbak-mbak, juga waktu aku mau ke daerah masjid besar Seoul di Itaewon, aku hampir dicegat oleh orang sejenis. Mereka gigih juga ya, semoga mereka mendapat hidayah.

Kejadian satu lagi, saat aku sudah duduk manis, menunggu kabar. Uang dari sakuku terjatuh, dan masih rejeki. Ada orang yang menepuk aku dan kasih tau bahwa uangku terjatuh. :
Kemudian, di depanku ada seorang kakek. Awalnya aku pikir kakek itu adalah petugas kebersihan, karena melongok-longok ke tong sampah. Sebelumnya juga ada seorang yang berseragam yang mengambil sampah, seplastiknya dan mengganti dengan plastik baru. Kupikir kakek itu petugas juga. Namun ternyata kakek itu mengambil gelas-gelas di tong sampah, dan menyedotnya. ๐Ÿ˜ฆ berulang kali dia lakukan itu. Apakah dia salah satu tunawisma di negeri ini? Aku cari-cari di kantong bawaanku, gak ada minuman kemasan. Dan akhirnya aku berikan saja roti yang ku punya. Aku tak tahu gimana budaya yang berjalan di negeri ini, apakah memberi sesuatu ke tunawisma, diperbolehkan atau tidak. Aku beri dengan cepet, dan kembali lagi ke tempat dudukku semula. Agak-agak cemas jika ada pihak yang mencurigai aku. Dan ternyata akunya saja yang terlalu berpikir yang macam-macam.

Kenapa aku sempet berpikir yang macam-macam? Kejadian sebelumnya, saat di Busan, waktu di subway, ada orang masuk dan dia menjatuhkan headset. Aku reflek mengambilnya, dan memanggil orang itu. Namun dia tidak respon, saat aku dekati, dia agak sempoyongan, dan pandangannya gak fokus. Aku baru sadar, bahwa dia sedang mabuk. Aku mencoba untuk memberikan headset, tapi dia menolaknya. Lalu aku mencoba untuk minta bantuan orang lain untuk memberikan headset ke orang itu. Tapi akunya dicuekin ๐Ÿ˜ฆ
Saat mau turun, aku lihat orang itu duduk, dan aku taruh aja headset di tas yang dipangkunya. Namun dia menolak lagi dan memberikan lagi tuh headset. Daripada berdebat dan akunya mau turun, aku ambil saja headsetnya.
Saat aku menceritakan ke teman yang lain, orang sini kebanyakan emang cuek-cuek. Saat di subway, most of them, yang muda-muda, kalo gak maen hape ya nutup telinga pake headset.

Welcome to korea ๐Ÿ˜€

By marlindia Posted in blog

Try Everything

Beberapa pekan lalu, gara-gara salah info jadwal kungfu panda 3, yangternyata baru esoknya ada, aku nonton Zootopia. Ini tentang film Animasi. Nonton Film tanpa ada review dan thriller, jadi tebak-tebakan apakah filmnya bagus atau tidak.

In the end, film nya ternyata lucu, bagus, dan……….
Bikin Baper.. ๐Ÿ˜€

Ceritanya tentang dunia binatang, yang berevolusi, mereka jadi pake baju, menggunakan gadget, dan tidak mengenal yang namanya manusia. Tokoh pusatnya ada kelinci yang ingin jadi polisi. Yang biasanya polisi itu terdiri dari binatang-binatang mamalia yang dulunya buas.

Singkat ceritanya ( duh maaf ya, masih pemanasan lagi mengaktifkan blog, jadi singmkat-singkat dulu :D)
Singkat cerita si kelinci bisa jadi polisi…

Pesan moralnya.. hmmm..

Jangan takut untuk bercita-cita, meski orang lain menganggap itu tidak mungkin.

Nih, OST nya yang bikin semangat dan bagus juga buat teman dalam perjalanan ๐Ÿ™‚

Gimana, lagunya bikin semangat kan? Hehehe..
Aku akhir-akhir ini lagi banyak belajar hal baru. Dan ternyata belajar dengan guru itu jauh lebih mempercepat penguasaan materi dan pemahaman yang lurus, daripada belajar otodidak.

Doakan ya, agar masih semangat untuk mewujudkan cita-cita dan impian. ๐Ÿ˜‰

Wanted

[DICARI]
Dear rekan-rekan semua,
Mohon sekiranya membroadcsat ke semua grup yang rekan-rekan miliki.
Laptop dengan spesifikasi berikut:
Asus putih X200CA, serial number E2NOCX170725074
Lenovo hitam G400S, serial number CB26925727

Sejak 17 Oktober 2015, telah berpindah tangan secara terpaksa.
Jika ada rekan-rekan yang mengetahui atau membeli laptop dengan spesifikasi di atas, mohon menghubungi
Marlindia ( 081321405381 ). Hanya untuk meng-copy data-datanya saja. Meski sudah terformat, akan mengusahakan untuk recovery data. Laptopnya akan tetap menjadi milik dari pemiliknya sekarang.

Terimakasih

*NB: Kejadian sudah dilaporkan ke pihak yang berwenang, tapi tanpa adanya saksi mata, pihak tersebut tidak bisa membantu.

Sebagai salah satu usaha, semoga masih berjodoh dengan data-data di dalamnya.. 😭

By marlindia Posted in blog

[Trailer] Assalamu’alaikum Beijing

Saat baca bukunya pertama kali, aku merasa tersindir banget. ๐Ÿ˜€
Aku, yang saat itu, belum bisa move on sepenuhnya dengan masa lalu.
Aku, yang saat bisnis trip untuk conference, mendapat bantuan dari seorang kawan non muslim, selama dua hari berkeliling danau toba. Saat mengetahui dia bukan muslim, barrier dalam diri langsung terpasang tinggi. Sampai saat ini hanya berteman baik, dan tidak akan mengharapkan dia berubah jadi Zhong Wen. ๐Ÿ˜€

Terimakasih, atas ditulisnya novel Assalamu’alaikum Beijing, dan memfilmkannya.
Semoga buat sahabat yang berjuang untuk move on, tetap mewarnainya dengan hal-hal yang membuat Sang Penguasa Hati tetap ridho pada kita.
Semoga kita mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik dan ‘pas’ dengan kita. Aamiin..

Salam move on.. ๐Ÿ™„

*awal Tahun Lalu, sempet hampir booking tiket buat backpacker an ke Beijing, tapi ternyata travelmate, mendadak gak bisa, so batal deh. next time, semoga bisa lebih berani jalan-jalan sendiri D:

By marlindia Posted in blog

Sepeda dan Cerita Ulang Tahun

Hai Dad, long time no see..

Sorry for the late post..
Aku ingat kalo kemaren itu hari ulangtahun bapak, tapi kemaren itu hari yang hetrick.. Dan aku sempet terlupa kalo hari kemaren itu adalah tanggal 26 november.

Tapi, gakpapa ya, sebagai gantinya aku mau menceritakan tentang hari kemaren.

Aku pertamakalinya, setelah absen beberapa tahun bersepeda, akhirnya bersepeda kembali. Iya, aku ke kampus dengan bersepeda. Hal yang biasa sih. Tapi, bukan karena tidak ada apa-apa aku akhirnya bersepeda lagi.

Yang perlu bapak tahu, biar aku bisa olahraga rutin, biar pas naik gunung tidak ngap-ngapan.ย  ๐Ÿ˜€ , juga karena susah menyisihkan waktu untuk sekedar jogging rutin. (btw, bapak tau kan kalo aku sering jalan-jalan ke gunung? jangan marah ya.. )

Dengan bersepeda ke kampus, jadi ambil waktu pulang-pergi sekaligus berolahraga. toh, waktu tempuhnya berbeda 10menitan dari naik motor.

Semoga bapak gak marah, saat aku memutuskan untuk bersepeda ke kampus. Tenang, saat ini tidak setiap hari kok, masih pemanasan. Hari ini aku naik angkot dan nebeng separoh jalan.

ini sepeda ku, botol minumnya botol Hello Kitty ๐Ÿ™„ , tapi kemaren tutupnya hilang ๐Ÿ˜ฆ

selamat datang igon...

selamat datang igon…

Oiya, tadi, pagi-pagi aku kurang sadar akan waktu, jadinya berangkat kesiangan, dan akhirnya sarapan di atas angkot. Hanya separoh yang kuhabiskan, dan sisanya kuhabiskan di kampus. Jangan marah ya, Pak.. ๐Ÿ˜€

Eh, Bapak apa kabar? semoga sehat selalu ya.. doakan aku ya pak..

kalo kata RAN di lagunya

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara

meski via suarapun kita belum bisa jumpa, semoga kita masih bisa berjumpa lewat doa-doa kita. dan berjumpa secara fisik secepatnya.. ๐Ÿ™‚

Happy Birthday, DAD

image

Maaf pak, ini ucapan tahun lalu.. tidak apa apa ya.. kemaren hiking terakhir berniat untuk menuliskan kembali, tapi kondisi kurang memungkinkan.. ๐Ÿ˜ฆ

Your lovely daughter
Mikes

By marlindia Posted in blog

Blogger day

Menjenguk salahsatu sosmed, melihat TL penuh dengan ucapan tentang hari blogger..
Owh, ternyata hari ini, hari blogger..
Wah selamat yaaa, temen2 blogger..
Selamat juga ya buat blogku…
Sudah mulai bersarang sepertinya.. ๐Ÿ˜€

Sebenernya banyak banget draft yang nongkrong di dashboard. Tapi kalah dengan kemalasan untuk menyelesaikannya.. apa ya istilahnya, semacam writerblock gitu… ๐Ÿ˜€

Banyaaaakkk banget yang ingin aku bagikan, tapi ya itu, ide dan pikiran kalo tidak segera dituangkan feelnya akan berkurang..

Sekarang coba rajin deh buat nulis, meski tentang hal yang remeh temeh dan hal yang sudah basi.. gakpapa kan, gakpapa ya..

Hanya saja, kalo aku berselancar di dumay, blog yang populer kebanyakan yang memiliki tema khusus. Misal food blog, travel blog, cooking blog dlll.

Jadi, sepertinya blog ini, bertemakan gado-gado, segala topik ada, segala aya, banyak bumbu… gakpapa kan yaaa…
Toh gak wajib kan ya, punya tema khusus..:D
Asal rajin nulis aja, rajin update, hitung belajar nulis siapa tau bisa terbit buku.., ๐Ÿ˜€

Yuk ahh, rajin update dan saling berbagi kebaikan..
Salam
M. Ike S.

Terimakasih

DSC06502

Merapi from Merbabu

Semakin bertambahnya langkah kaki ini, membuatku makin bersyukur, dan membuatku lebih yakin bahwa orang baik ada di mana-mana.

Lihatlah senja itu. Para manusia yang baru ku kenal beberapa jam, membantuku hingga aku bisa menyaksikan senja itu.

Ribuan ucapan terimakasih dan permohonan maafku, tidak akan cukup untuk membalas kebaikan mereka dan menutup rasa bersalahku.
Semoga kalian semua sehat selalu…
Senang rasanya dapat kesempatan berjalan dengan kalian..

Salam…
M. Ike S.

By marlindia Posted in blog

Kota [ber] Lumpur

Delapan tahun yang lalu, sebuah bencana menimpa kota yang terkenal dengan Petis Udang dan krupuk. Namun setelah kejadian tersebut, kota ini lebih dikenal dengan ‘Lumpur’nya daripada hasil lautnya.

“Asalnya dari mana”

“Dari Sidoarjo.”

“Ohh… Yang kena lumpur Lapindo itu ya?”

‘Senyum meringis’

 

Sidoarjo, sebuah kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Timur, sebelah selatan Surabaya. Di sini terdapat bandara Internasional, Juanda dan terminal Bungurasih atau dikenal juga sebagai terminal Purabaya, yang merupakan terminal penghubung hampir seluruh kota di Jawa Timur dan propinsi yang lain.

Kota yang juga dikenal sebagai Kota Delta, karena berada di daerah delta sunga, diapit oleh sungai Porong dan Sungai Mas, kini ujung kota berupa daerah penuh genangan lumpur.

Saat libur lebaran, aku menyempatkan diri untuk melihat kondisi terakhir dari daerah semburan lumpur.

Benar saja, daerah tersebut, yang terdiri dari 11 desa sudah tidak terlihat bentuk desanya. Dimulai dari terlihatnya tanggul di sepanjang tepi Jalan utama Surabaya-Malang, daerah itu dipenuhi oleh berbagai bentuk lumpur, mulai dari yang sudah kering, sampai yang masih berupa aliran sungai. Sungai kecil yang bukan air yang mengalirinya tapi lumpur cair.

Aku berdua dengan adikku, mengunjungi tanggul itu dengan berkendara motor. Begitu memasuki area tanggul, ada seseorang yang menghentikan motor kami, dan meminta uang 10.000 sebagai uang ijin masuk.

Area tanggul sudah menjadi sejenis tempat wisata. Aku hanya berpikir positif, orang yang mencari uang di area ini adalah merupakan korban dari tragedi ini.

Di sini sudah terdapat warung kopi, penjual DVD tentang sejarah Lumpur, dan tukang ojeg.

Jika kita membawa kendaaraan roda empat atau lebih, kendaraan parkir di bawah tanggul. Kalo ingin memasuki area dan ingin berkeliling-keliing ada tukang ojeg yang bisa mengantarkannya.

Kami pun mencoba mengelilingi area tanggul, tapi hanya bisa separoh, karena cuaca dan udara sangat terik dan panas. Tapi ditengah-tengah kami dihentikan lagi oleh ‘penjaga’ tanggul dan dimintai uang lagi. Saat kami menjelaskan bahwa kami sudah membayar di depan saat kali pertama masuk, mereka mengatakan bahwa area ini sudah masuk desa yang berbeda, jadi harus bayar lagi.. OMG…

Di tengah-tengah area ternyata ada sekumpulan patung dari lumpur. Konon cerita dari abang penjual DVD, patung-patung itu merupakan hadiah dari seorang seniman, untuk menyambut salah satu capres yang akan berkunjung ke sana.

DSC05918

Tolong kamiii..

DSC05913

patung lumpur

Kata bapak-bapak yang menawarkan jasa guide, lokasi patung ini, sebenarnya sudah kering lumpurnya, tapi beberapa waktu ini, lumpur menyembur lagi, dan jadi basah lagi.

Ketika isi bumi dikeluarkan terus menerus, meninggalkan ruang kosong di bawah, tinggal menunggu apa yang akan terjadi.

Ya Allah, semoga masalah ini segeraย  terselesaikan.

By marlindia Posted in blog

Happy birthday, mom

Sekali lagi, tahun bertambah
Tak banyak yang kusampaikan, selain doa doa yang terus bergulir untukmu ibu..
image

Maafkan, jika anakmu ini masih belum bisa memberikan yang terbaik untukmu..

By marlindia Posted in blog

Kali Ini, Untuk Diriku

Setelah merencanakan 4 bulan sebelum, perjalanan bersilaturahim ke tanah tertinggi di Sumatra, tertunaikan sudah. Mulai dari hunting tiket yang berburu waktu dengan kenaikan biaya bandara, dan dengan gajian :D. salah sendiri uang tabungan ludes oleh trip sebelumnya.. ๐Ÿ™„

Keberangkatan dari Bandung-Jakarta-Jambi, Alhamdulillah banyak orang baik yang kutemui. Perjalanan sendiri, sebelum bertemu dengan teman yang lain.

Penerbangan dengan kode GAxxx, alhamdulillah berhasil mendarat di Bandara Thaha, Jambi. Untuk kali kedua, aku menginjakkan kaki ke bumi Andalas. Ah… tanah yang penuh kenangan.ย  Tanah seberang yang menyambutku dengan segala kebaikannya.

Karena HP GSM ku ketinggalan, dan ternyata CDMA pun tidak bisa diaktifkan combonya, bersyukur, ada pulsa reguler yang ada di tablet, yang biasanya pulsa selalu habis untuk pengaktifan paket data. Sehingga, Travel masih bisa menjemputku tepat waktu.

Begitu keluar dari pesawat, memperhatikan Bandara Thaha, sangatlah kecil. Pagi itu, hanya ada dua pesawat yang parkir. Ah, beberapa penumpang terlalu terburu-buru atau mungkin terlalu bersemangat untuk menuju gedung bandara dan untuk klaim bagasi. Tampak beberapa orang, sedang mengabadikan momen dan memberikan bukti bahwa dia sudah berada di tanah Jambi. Sementara aku, hanya sibuk memandangi mereka. Ah, sudahlah.

DSC05318DSC05320

Memasuki gedung bandara, satu ruangan untuk klaim bagasi yang langsung terlihat pintu keluar, mengingatkan aku pada Bandara Babulla di Ternate, persis banget. Sambil menunggu kerilku terlihat di roda berjalan, terlihat di dinding, tempat-tempat menarik yang harus dikunjungi selama di Jambi. Di sisi lain, terlihat beberapa orang berombongan, dengan kerilnya masing-masing, sepertinya mereka punya tujuan yang sama denganku, mungkin.

DSC05321

Setelah keluar dari bandara, aku melanjutkan perjalanan ke kabupaten kerinci, yang memakan waktu hingga 10 jam. sekitar 500km lebihย  perjalanan ini berlanjut. beberapa menit kemudian, akhirnya kutemui juga patung di ujung jembatan malakam yang banyak tertulis di berbagai catatan perjalanan. Patung orang dengan berpakaian adat Jambi. Aku hanya bisa melihat dalam kendaraan, dan semoga suatu saat nanti bisa menikmati kota jambi secara khusus.

DSC05324

kebaikan demi kebaikan, aku terima selama perjalanan sendiri ini. Saat istirahat makan siang, aku ditraktir oleh seorang pasangan suami istri, yang mungkin mereka ingat anaknya, dan kasihan melihat aku jauh-jauh pergi sendirian, dan ketika sampai di rumah beliau, di Sungai Penuh, ditawarin untuk menginap dan akan di antarkan ke Kayu Aro keesokan harinya. Ingin rasanya menerima tawaran itu, tapi aku harus menemui teman-temanku yang lain, yang saat itu juga di belakangku menyusul ke Kayu Aro.

Setelah sempat singgah di loket travel, main bentar ama bayi pemilik travel, sampai lah di basecamp Jejak Kerinci. Sudah nampak banyak orang, dan berada di tempat baru, tanpa kenal satu pun, aku istirahat sebentar di salah satu ujung ruangan. dan untungnya ada Perempuan lain yang akhirnya kami pun berteman sampai saat ini. Ada yang bercerita, aneh banget lihat aku saat itu aku dilihat oleh seorang ranger, dia sadar sepertinya, ada cewek bingung, sambil scroll tabletnya, mencari kabar” temen2ku yang lain kemana.” ๐Ÿ˜€

Akhirnya, hampir subuh mereka datang… baik-baikkah kalian setelah menempuh perjalanan begitu jauh..? ๐Ÿ˜€

dan Akhirnya, perjalanan yang sesungguhnya itu dimulai di pagi itu, kerinci yang malu-malu menampakkan diri, terhijab oleh kabut putih, hingga pelan-pelan mentari menyibak kabut itu.

Perjalanan itu, sesungguhnya hanya untuk lebih menyakinkan diri, bahwa diri ini amat sangat kecil di HadapanMU. Perjalanan ini hanyalah sarana untuk melatih agar diri ini bisa lebih banyak bersyukur, dan sangat bersabar.. karena sesungguhnya Sabar dan Syukur saja tidaklah cukup, tapi harus dengan SANGAT Sabar, dan BANYAK bersyukur.

“Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang, yang sangat sabar, lagi banyak bersyukur.” โ€“ (QS.31:31)

semoga ada umur panjang yang barokah, agar aku bisa bercerita lebih banyak tentang perjalanan-perjalanan itu.

Jika perjalanan sebelumnya aku persembahkan untuk bapak dan ibuku, kali ini untuk diriku…

 

DSC05458

Salam dari ketinggian 3805 mdpl

Selamat Tambah Tua Mikes.. semoga waktu yang terlewat dan yang sedang dan akan dilalui penuh berkah.. ๐Ÿ™‚

Salam..

06 Juni 2014

M. Ike S.

By marlindia Posted in blog

Syukur itu tak sekedar Alhamdulillah

Kelasku berakhir lebih cepat dari jadwal sebenarnya. Sebenarnya ada undangan di fakultas sebelah, undangannya jam 11, tapi karena masih cukup lama dari jam 11, akhirnya aku kembali dulu ke ruanganku.

suasana masih cukup lengang, mengingat ini juga sudah gak bisa dibilang pagi.
Ternyata, remote semangatku masih dipegang oleh orang lain. Teman-teman yang ‘sekomplek’ denganku, hanya aku seorang yang hadir di hari ini. Masing-masing punya execuse masing-masing, sehingga bisa tidak masuk hari ini. Dan itu mempengaruhi semangatku. ๐Ÿ˜ฆ gak boleh kayak gini harusnya ya. harus rebut remote semangat agar tidak dikendalikan oleh yang lain.

Kondisi ini mungkin disebabkan oleh aturan tentang kehadiran fisik yang kurang dikontrol, atau mungkin dikontrol tapi evaluasinya tidak terasa. Toh sama aja, yang hadir hanya 5 jam sepekan dengan yang hadir 80 jam sepekan. (perbandingannya lebay sih ๐Ÿ˜€ )
Tapi itu yang terasa, gak hanya oleh diriku tapi oleh beberapa teman yang lain. pegawai yang mungkin secara status dia lebih tinggi, tapi terlihat bahwa penampakannya gak selalu ada, berbaik sangka saja, mungkin mereka sedang ditugaskan ditempat lain.

Memang, ini gak boleh jadi alasan untuk ikut-ikutan seperti itu, tapi secara gak langsung bisa menjadi pembenaran untuk yang lain. Dengan berdalih, toh dia juga bisa datang seenaknya, gajinya juga tetep lebih tinggi.. toh dia yg gak dapat tugas apa-apa, masih dapat penghargaan yang bahkan lebih tinggi dari biasanya. Bahkan ada, entahlah sudah mendapat legalitas dari para boss atau gak, bisa mencangkul di tempat lain, pada hari dan jam kerja,

Memang siiihhh… ada yang bilang, yang penting kerjaan selesai, tugas dilaksanakan dengan baik, dan lebih enak ngerjain di rumah daripada di kantor yang mungkin notabene ributnya minta ampun, atau karena bisa konsentrasinya saat malam hari, dan sudah terbiasa menjadi manusia kalong…

TAPI itu semua tidak boleh jadi alasan untuk tidak semangat.. kalo ikut-ikutan seperti itu, dimanakah rasa syukur itu. Rasa syukur, karena mempunyai salah satu jalan rejeki di tempat ini. Rasa syukur, karena mempunyai tempat untuk mengembangkan diri, rasa syukur telah diberi kepercayaan untuk di sini.

Syukur itu gak hanya sebatas mengucapkan Alhamdulillah, aku punya pekerjaan.. Itu hanya syukur sebatas lisan. Dan perintahnya gak hanya bersyukur, tapi Syukur yang Banyakkkkkk (QS 31:31)

Syukur itu tidak hanya sebatas lisan. Menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, sebaik-baiknya, memenuhi aturan yang telah disepakati di awal kerja. bersyukur mendapatkan amanah, dan berusaha untuk menjaga amanah itu dengan sebaik–baiknya, itu juga merupakan bentuk syukur. Syukur dengan tindakan.

#mencoba merebut kembali remote semangat dari orang lain, dengan mengingatkan kembali tentang syukur

ย 

Travelling di 2013

Akhir tahun 2012 ditutup oleh hiking ke semeru untuk pertama kali, dan menggenapkan misi yg belum tertunaikan ke ciwidey dan main-main di sebuah sungai di Naringgul di cianjur…

untuk tahun 2013, akhir tahun diwarnai oleh deadline kerjaan yang makin menggila dibandingkan tahun sebelumnya, ditambah aku yang gak mampu menghadapi badai kehidupan (apasih), ditambah lagi pindahan bulan lalu yang belum kelar juga… dan tidak ada itu trip tutup tahun :D. Ini tulisan juga sudah kadaluarsa, awal tahun sudah lewat 2 bulan, baru nulis tentang hal-hal ya beraroma pergantian tahun.

Coba ku list di tahun 2013 kemaren aku kemana saja..

  1. Madakaripura, Bromo 2-3 Februari 2013
  2. get lost in Bandung, Puntang 16 februari
  3. ย Jogja 1 s/d 4 Maret 2013 –> Goa Jepang, Sanggar Anak Studio Biru, Gunung Langgeran, Taman Sari, Malioboro
  4. ย Papandayan tektok puncak, akhir april
  5. Cikuray, 4-5 mei 2013
  6. Solo Hiking Semeru, 9-12 Mei
  7. Belitung, 27-29 Mei
  8. Ranca Buaya-santolo-sayangheulang, 29-30 Juni 2013
  9. Ciremai, 14-15 september
  10. Lombok, 31 okt-6 nov
  11. Semarang- kondangan-lawang sewu-simpang lima, 22 desember

Keterlaluan di bulan mei…

tentunya ada mudik ke sidoarjo, jenguk adik di bogor, dan kondangan ke kota-kota di jawa barat, dan jadi kurir ke jakarta :D. Ternyata, catper tentang itu semua sebagian besar terhenti pada draft tulisan, yang entah kapan akan terselesaikan.

gak terlalu banyak kan? ๐Ÿ˜€

dan tahun ini pun akan sedikit puasa untuk beredar… bisa teu?

Film 99 Cahaya di Langit Eropa (bukan review :D)

Atas rekomendasi seorang teman kepadaku sebuah buku dengan judul ’99 cahaya di Langit Eropa’, aku pun mencari buku ini, tapi saat iti di Bandung belum. Beberapa waktu kemudian, akhirnya saya menemukanya. Dan aku suka banget dengan buku ini. Dari buku ini, aku akhirnya sadar, bahwa pengetahuannku tentang sejarah sangat kurang, terutama tentang sejarah islam. Dan ku tulislah review tentang buku itu di sini

Hari kamis pekan lalu, Timeline di beberapa sosmed ramai dengan film dengan judul yang sama, dan hari itu adalah hari tayang perdana dari Film ini. Langsung memantau di 21cineplex.com .. cari jadwal di Mall yang terdekat dan tempat nonton biasanya, dapat jadwal yang cocok, berangkat deh. walaupun tidak ada teman yang bisa diajak, harus rela seperti biasanya, nonton sendiri ajah… :mrgreen:

image

ah… film ini, bikin aku gemes.. dengan mbak Raline shah sebagai Fatma, walaupun sedikit jauh dari bayanganku tentang sosok fatma, tapi aku suka. dengan memperhatikannya, suka dengan kostum2 yang digunakan Fatma.. ๐Ÿ˜€ย  Tokoh Ayse dengan sakitnya masih tetap menjadi agen Muslim yang baik. pada momen ini, saat ayse berdialog dengan Marion sehingga Marion pun akhirnya berjilbab, adegan ini praktis membuat aku nangis.. ๐Ÿ˜ฅ

Saat Filmnya diputar, sudah berjalan sekitar satu jam, sudah mulai curiga,ย  ceritaย  baru sampai di paris, belum ke cordoba, belum ke turki..ย dan ternyata bener aja,ย  coming soon untuk part 2 nya

Ketika membaca bukunya, aku tersadarkan oleh sejarah islam, berbeda saat aku melihat filmnya. Sisi toleransi dalam beragama di negara yang islam menjadi minoritas, sangat terasa toleransinya, terasa kurang.. (keinginan untuk lanjut sekolah di eropa, harus dimantapkan dengan kesiapan menghadapi fenomena ini).

dan sesuai dengan bukunya, Jadilah agen muslim yang baik. ๐Ÿ™‚

#jadi terpikirkan, dengan perjalanan yang ku lakukan selama ini, apakah ada manfaatnya untuk agamaku ini, apakah ada manfaatnya untuk manusia yang lain?

Susur Pantai Garut 28-30 Juni 2013

Hamparan langit maha sempurna
Bertahta bintang – bintang angkasa
Namun satu bintang yang berpijar
Teruntai turun menyapa ku

(Mahadewi, PadI)

Pernah lihat video klip dari cuplikan lirik di atas? Lokasinya ada di Ujung Genteng, Sukabumi. Tapi kali ini, bukan tempat itu yang aku kunjungi. Tempat itu, masih menjadi wishlist untuk dikunjungi..

copyright by satubumikita :)

copyright by satubumikita ๐Ÿ™‚

Pantai, pantai, pantai..
Pasir, ombak, senja, nyiur, karang, itu yang langsung terbesit ketika aku mendengar kata Pantai.
dan Garut memilikinya. Seperti kota Malang, di Garut ada gunung dan ada pantai.
Untukku 2 akhir bulan berturut-turut menikmati keeksotisan pantai. dan untuk perjalanan kali ini, keinginan untuk mencoba tenda baru dengan alas pasir dan angin laut akhirnya tertuai juga ๐Ÿ™‚
Perjalanan kali ini, aku bersama dengan teman-teman Satu Bumi Kita. Ini kali kedua aku jalan bersama mereka.

28 Mei 2013

Harusnya perjalanan menuju garut dimulai sejak jam 5, tapi karena akhir bulan dan kebetulan akhir triwulan kedua tahun takwim, untuk ijin pulang cepet tentu sulit, dan masih banyak hal-hal yang harus dirapikan untuk menutup bulan itu. Akhirnya baru bisa benar-benar berangkat jam 7.10an. Begitu keluar jalan, aku disambut dengan macet weekend dan macet perbaikan jalan. Jarak sekitar 2 Km ditempuh dalam waktu 30menit by Angkot. Sampai di gerbang tol buah batu, usaha untuk telpon order taksi tidak membuahkan hasil. Akhirnya berjalan ke pangkalan taksi, dan justru mendapatkan taksi sesaat sebelum sampai ke pangkalan taksi.

Taksi yang bapak sopirnya masih makan malam, aku tungguin saja, toh armadanya sama. dan gak rugi aku nungguin bapaknya, ternyata depan pangkalan taksi pun ada beberapa penumpang yang juga sepertinya menunggu taksi yang sama.
Singkat cerita, sampailah aku di gerbang tol Cileunyi, beberapa saat aku menunggu, bus jurusan Garut datang, walaupun bukan jenis bus yang kuinginkan.

Kurang dari setengah sebelas malam, sampailah aku di Garut, sedikit berlari keluar dari terminal untuk menemui teman-teman yang sudah lama menunggu aku (maaf ya teman-teman…). Saat ketemu mereka, nampak wajah-wajah baru, itu artinya nambah teman baru. Tapi sedikit agak kaget sih, ketika melihat dari jumlah kita yang ber-9, 6 di antaranya cewek.

Tidak berlama-lama, kamipun segera memulai perjalanan menuju Ranca buaya, titik awal susur pantai ini, dengan berdoa. Setelah sekitar 6 jam ke depan, didominasi dengan angin malam, obrolan, dan istirahat. Kalau aku sih, lebih banyak tidur, memang sudah lewat waktu jam tidur :mrgreen: . dan di tengah-tengah itu juga, bapak sopir mengambil sekarung wortel di Cikajang, dan yg nantinya kami diserahin setengah karung wortel (bengong aja pas dapat ini buat apa, akhirnya kami ambil beberapa untuk perbekalan, dan sebagian kami serahkan kepada warga di Ranca Buaya.

Di antara 6 jam perjalanan itu ada pemandangan yang cantik.. bulan di antara awan-awan mendung. Cantik, hanya sekali-kali aku mengintip di antara tidurku ๐Ÿ™„ , ah sudahlah, suasana seperti ini bikin mellow dan membawa sebuah kenangan.

29 Mei 2013

Angin masih menemani, dan sempat kendaraan kami berhenti untuk sekedar rehat dan menghilangkan kantuk. sekitar pukulย  03.30an kami pun rehat kesekian kali. di situ ada sebuah masjid. Dengan kondisi sopir yang tidak begitu paham dengan arah tujuan, beberapa teman pun mencari informasi tentang tempat tujuan kami. Sempat sih, kami salah ambil perempatan, walaupun sebenarnya tidak salah, tapi itu bukan jalur resmi.

sekitar pukul 5, akhirnya kami sampai di Pantai Rancabuaya, nuansa sudah mendung, dan rintik hujan juga sudah turun sejak beberapa waktu lalu. Beberapa kawan segera mencari mushola untuk sholat shubuh, dan berlanjut istirahat sambil menunggu matahari terbit.

Akhirnya pagi itu, ditemani dengan hujan, kami pun tetap melanjutkan hidup dengan memasak untuk sarapan. Bukan makanannya yang menjadikannya istimewa, tapi suasana dan kebersamaannya yang membuat istimewa.. Ah, inilah yang selalu aku kangenin ketika pergi bersama kawan-kawan.

Tak lama usai sarapan, hujan sedikit mereda, dan kami bersiap untuk mulai berjalan menyusuri pantai. Suasananya sendu kawan, berawan, berangin, dan sedikit rintik. Namun itu tak bertahan lama. Matahari pun perlahan menampakkan diri.

Perjalanan kita terbilang cukup lambat, karena pemandangan yang cantik membuat setiap langkah ingin diabadikan. Ya, dengan kata lain, dikit-dikit ambil foto, dikit-dikit bernarsis ria.. ๐Ÿ˜€

Pantai Rancabuaya, didominasi oleh karang, tak heran jika di pantainya pasirnya banyak terdapat batu-batu karang yg biasanya banyak dipakai buat akuarium. Dulu sih waktu kecil doyan banget ngumpulin beginian, kalo sekarang paling pungut satu dan nanti jatuh entah dimana.. :mrgreen:

Setelah beberapa waktu berjalan, akhirnya kami melipir ke bukit menjauhi pantai, yang ternyata jalan semalam yg kita salah ambil perempatan. Di sana ternyata banyak lahan untuk penggembalaan sapi. Tak ketinggalan kami menyapa beberapa sapi, dan sapi pun menyapa kami ๐Ÿ˜€

Di jalan tersebut, kami juga sempat melipir ke arah pantai lagi, dan di sana terdapat semacam tanjung yg menjorok ke laut. Kita beristirahat sambil bernarsis ria kembali. ๐Ÿ™‚

Kami kembali berjalan, dan bertemu dengan jalan utama. Beberapa waktu kami berjalan, kami pun beristirahat kembali sambil nyemil-nyemil. Sambil ngobrol, berfoto ria, ada sebuah mobil TNI yang lewat, kalo aku sih menyebutnya mobil tronton. Kami diijinkan oleh bapak-bapak TNI untuk ikut bersama kita. Dan langsung meluncur ke Santolo. (saat itu, langsung terpikir, jadwal sampai santolo esok hari, tapi hari ini sudah akan sampai santolo, semacam pertunjukkan yang ada narasinya seperti ini โ€œ24 Jam kemudianโ€ฆโ€ ๐Ÿ˜€ )

Entah, saat itu aku buta waktu, gak tau berapa jam kami menumpang mobil TNI, yang jelas kami sudah bernarsis ria, dan aku sempat tertidur cukup pulas. :D. selang beberapa waktu, setelah merasakan tidur di atas mobil yang melewati jalanan yang membuat berayun-ayun (susah menjelaskannya) tibalah kami di persimpangan pamengpeuk.

Terlihat ada alfamart, aku ambil kesempatan untuk membeli Teh dalam kemasan yang dingin. Seger banget dalam kondisi cuaca terik seperti itu. Setelah itu, kami melanjutkan jalan ke pantai Santolo. Sepanjang perjalanan, aku sudah membayangkan akan nikmatnya ikan bakar, seketika itu perutku bunyi.. sudah waktunya makan siang sepertinya.. ๐Ÿ˜€

Sepanjang jalan pun, beberapa di antara kami saling tukar cerita, mulai hafal nama-nama teman-teman seperjalanan, dan tak lupa untuk foto narsis. Sempat kami, โ€˜mengerjaiโ€™ salah satu dari kami, karena dia saking enaknya jalan sendiri di depan, dan tak sadar bahwa kami berhenti jauh di belakangnya. ^^

Kami pun menemukan tempat, untuk beristirahat dan bermain. Kami mulai memasak perbekalan kami untuk makan siang. Sebagian memasak, sebagian berusaha membantu memasak, dan sebagian lagi main.. :D, main air, main ombak, main pasir, lomba lari (yang waktu itu aku gagal paham dengan aturan mainnya), ada juga proses โ€˜penguburanโ€™ seorang kawan, yang tak terselesaikan karena tiba-tiba ombak besar datang ๐Ÿ˜€

Sekitar pukul 3, kami melanjutkan perjalanan kami, dan mampir dulu untuk bebersih. Awalnya, aku gak ikut ngantri bebersih, pengen di tempat nge-camp aja nanti, khawatir nanti tergoda basah-basahan lagi, tapi akhirnya ikut ngantri juga. ๐Ÿ˜€ Setelah pada seger, wangi kami melanjutkan ke sayangheulang. Di sini kami agak bingung, karena sebelum melanjutkan perjalanan, aku sempat kontak teman, bahwa sayangheulang deket dari santolo, nanti nyebrang, dan ada jembatan. Tapi yang kuliat hanya perahu tanpa jembatan. Setelah tanya sana-sini, ternyata kami harus berjalan agak jauh sedikit. Saat jalan, ketemu dengan tempat pelelangan ikan, dan sepertinya itu juga sebuah terminal. Dan harganya ternyata mempunyai selisih yang cukup jauh jika dibandingkan beli di pinggir pantai. Akhirnya kami beli ikan 3 ekor. Bekal untuk makan malam. (akhirnya akan keturutan juga makan ikan bakar.. :mrgreen: )

Kami menemukan tempat penyeberangannya. Hanya menggunakan rakit bambu. Agak sempit hati aku menaikinyaโ€ฆ udah mandi, jangan sampai kecebur lagiโ€ฆ dan harusnya ongkosnya per orang 2000, tapi kami hanya ngasih 1000an per orang dengan beragurmen 2000 itu bolak-balik, besok bayar separonya lagi. Padahal esok hari kami pulang dengan jalur yang berbedaโ€ฆ ( harusnya ada yang tanggung jawab nih dengan statement ini, kasihan abang rakitnya)

Akhirnya, ketemu juga dengan jembatan sayangheulang di penghujung hari. Jembatan yang sepertinya sudah kehilangan fungsinya.

dan kami pun mencari tempat untuk camping. Aku sendiri, berjalan sambil mengamati susunan pohon berdaun lancip itu, mencari bentuk yang serupa dengan yang ada di sebuah foto. Tapi sepertinya tempat itu luput dari pandanganku.

Senja sudah mulai tenggelam, kami menemukan sebuah lokasi yang menurut kami cocok. Tenda didirikan, dan istirahat sebentar untuk sholat, dan mulai lah kami masak untuk makan malam. Untuk ikan yang kami beli tadi sore, sudah ada seorang chef yang mengolahnya, kami percayakan ikan itu pada chef kami.. ๐Ÿ˜€

Ditenga kesibukan kami masak-masak, datang sebuah kawan dari garut, yang ikut bergabung dengan kami. Sayangnya, aku sendiri,ย  belum sempat ngobrol banyak dengan mereka, hanya bersalam nama, dan sekejap aku lupa dengan nama-nama mereka.. (maafkan.. ๐Ÿ˜ฆ )

Angin pantai, langit berbintang, kawan baru, menjadikan ikan bakar, nasi, sambal, menjadi lebih nikmat. Terima kasih kawan.

Karena tenda hanya 2 buah, yang gak akan muat dengan jumlah kami yang bersembilan, akhirnya kami tidur tanpa tenda, langsung beratapkan langit. Alhamdulillah, mendung yang dari tadi menggelayut, mulai terarak oleh angin, dan nampaklah gugusan bintang itu.. Spontan, aku teringat lagu dengan lirik di awal tulisan ini. Momen yang selalu aku sukai, bintang yang Nampak lebih terang dan lebih banyak. Kami pun tertidur berjejer di bawah keindahan itu.

30 Juni 2013

Udara dingin yang menyentuh wajah membangunkanku, waktu menunjukkan angka 2. Langit gak terang lagi. Awan mulai datang, dan rintik hujan mulai turun. Aku dan teman bergegas, merapikan barang-barang dan pindah ke sebuah warung kosong. Tapi rintik itu tidak berlangsung lama, dan kami pun membenamkan diri kembali dalam sleepingbag di selasar warung.

tendaku... :D

tendaku… ๐Ÿ˜€

Fajar sudah mulai terbit. Usai subuh, aku dan beberapa kawan, berjalan untuk menikmati pagi. Sepanjang pesisir pantai, di beberapa titik ramai oleh pengunjung. Tak lama berjalan, terlihatlah sebuah karang, dan dalam hati aku berharap, nanti akan melanjutkan perjalanan ke sana. Tak lama berjalan, sampailah pada sebuah bangunan yang berfungsi sebagai gardu pandang. Dan tak jauh dari situ, berdirilah sebuah tugu, yang menggambarkan nama dari pantai ini, sebuah tugu dengan puncaknya berdiri seekor elang dengan sayap terkepak.

Tugu Sayang Heulang

Tugu Sayang Heulang

SayangHeulang, kata teman, itu berarti elang yang disayang, entah lah apa arti nama itu sebenarnya, dan apa sejarah dari nama tersebut. Next time, weโ€™ll know it.

Matahari sudah mulai tinggi, kami kembali untukย  masak sarapan dan packing. Pagi itu, ombak yang datang dari arah yang tak terduga, membuat HP dari seorang kawan, harus tercicipi oleh asinnya air laut. Yang paling disayang adala semua foto yang terekam disitu :D.

Sesampainya di tempat camp, saat beberes dan packing, teman yang datang dari garut, pamit untuk pulang, cepat sekali mereka datang dan pergi, belum sempat bertegur sapa lagi, belum hapal nama, sudah pamit saja. Tak sempat kita sarapan sama-sama. Semoga ketemu di kesempatan lain ๐Ÿ™‚

Kepala ikan yang kemaren malam hampir tercampakkan, menjadi sala satu menu sarapan kami. Lagi-lagi diolah oleh chef kami, menjadi makanan yang special. ๐Ÿ˜€

sop kepala ikan

sop kepala ikan

Setelah makan, kami packing, dan berlanjut untuk melanjutkan perjalanan. Perjalanan menuju karang yang terliat di awal pagi tadi.. dan kami meninggalkan tempat ini, dengan adegan pelepasan perahu kertas oleh beberapa nona-nona. Perahu kertas yang konon katanya berisi harapan-harapan, yang akan disampaikan kepada dewa neptunus or posedion ala film perahu kertasย  *tepokjidat* jadi ngotorin laut aje ๐Ÿ˜›

perahu kertasku kan melaju.... :roll:

perahu kertasku kan melaju…. ๐Ÿ™„

Singkat waktu, sampailah kami di tempat karang itu berada, karang yang terlihat dari jauh seperti burung yang bertengger. Ternyata karang seperti itu ada di banyak tempat. Sekarang kami berada di sisi lain dari pantai Sayangheulang. Pantai ini didominasi karang dan pantai berpasir hitam.

pesisir

pesisir

Di pantai inilah ujung perjalanan kami dalam susur pantai episode in ;).

cantik yah...

cantik yah…

Sepanjang pantai banyak kelapa, yang akhirnya menjadi permainan di antara kami. Dan akhirnya kami melipir kembali menjauhi pantai. Tapi aku dan 2 orang yang lain, masih menikmati pantai lebih lamaโ€ฆ Aku yang melihat pantai pasir hitam yang pesisirnya bersih dari makhluk bernama manusia, langsung teringat pada sebuah VC berjudul โ€˜yellowโ€™, yang dari awal sampai akhir hanya ada adegan jalan di sepanjang bibir pantai. Dan aku beserta dua kawanku, sejenak berpura-pura sedang meniru video clip itu.. :D, lagu habis, kami lanjutkan dengan berfoto-foto.. ๐Ÿ˜€ (teteup narsis)

rehat sejenak setelah menjauhi pantai ;)

rehat sejenak setelah menjauhi pantai ๐Ÿ˜‰

Selanjutnya adalah susur sawah.. kami melipir menjauhi pantai, dan yang kami temui adalah lading gembala sapi, sawah, dan sampai ketemu masjid, kami manfaatkan untuk rehat dan sholat.

Saat perjalanan ini, aku menemukan tumbuhan yang kupikir tumbuhan โ€œpletekanโ€ yang jika kena air, buahnya akan meledak, tapi saat aku cemplungin ke genangan air, ternyata gak ada reaksi apapun. Sepertinya salah ingat bentuk tanaman itu.

sebelum susur sawah :D

sebelum susur sawah ๐Ÿ˜€

yang kukira pletekan ternyata bukan

yang kukira pletekan ternyata bukan

Di tengah jalan, juga ketemu dengan penjual es potong, dan rame-rame pada beli dan makan es potong berbagai rasa.

Beli es potong

Beli es potong

Setelah bebersih dan rehat, kami melanjutkan perjalanan pulang. Tak lama ketemu dengan angkot menuju terminal pamengpeuk. Terminal yang sepi. Kami mampir untuk ngebakso dulu. Saat nunggu kendaraan untuk menuju garut/bandung, ada bus yang lewat. dan naiklah kami semua ke dalam bus.

Tapi kami diturunkan di CIkajang, dioper ke dalam elf. Kekhawatiranku untuk naik elf, terjadi juga. Elf itu, tidak ada kata penuh, sering kali sangat overquota, ini yang kurang kusuka. Tas pun ditaruh di atas, tanpa tertutupi oleh apapun, dan saat tas di atas kebasahan pun, hanya bisa pasrah.. ๐Ÿ™‚ Tapi semuanya itu tertutupi dengan rasa syukur dan sabar…ย  ini yang kusuka dalam sebuah perjalanan, rasa sabar, dapat jatah untuk dilatih ๐Ÿ˜€

terima kasih untuk teman-teman dari SatuBumiKita: kang taufik, gustaf, lia, rani, rahma, joti, tia,ย  ade

This slideshow requires JavaScript.

Ramadan: Bulan penuh Cinta

Ramadan CintaHappy Ramadan…

Selamat menjalankan puasa Ramadan, kawan..

Jadikan bulan ramadan kali ini bulan cinta
Cinta Ibadah
Cinta Ilmu
Cinta Sesama

Siap memenuhi target-target ramadan? Target-target yang akan menjadi latihan dan akan diteruskan setelah ramadan nanti ๐Ÿ™‚

Mohon maaf atas segala khilaf, dan semoga ramadan tahun ini kualitas ibadah kita lebih baik dari ramadan yg lalu.. aamiin