Video

[videoclip] Dekat di Hati

 

Kalo lagi muncak, taglinenya bukan ‘Jauh di mata, dekat di Hati’, tapi ‘Dekat di Mata, Jauh di Kaki’. 🙄

Pertama denger lagu ini, pas dengerin radio saat perjalanan pulang dari kampus. Jarang-jarang, aku ber-headset ria. Tapi saat itu, hanya berniat untuk menghitung jarak, berapa lagu perjalanan kampus-rumah jika dilakukan dengan bersepeda.

Kemudian, hari ini, saat lagi iseng browsing tiket, di Headnews sebuah maskapai penerbangan, ada gambar RAN, dengan hashtag mirip dengan judul lagu ini.

citilinkdeketdihatiAku klik tuh gambar, dan tertaut ke youtube

Dering telponku membuatku tersenyum di pagi hari
Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi
Entah mengapa aku merasakan hadirmu di sini
Tawa candamu menghibur saatku sendiri

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku s’lalu menunggu saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun kau dekat di hati

Jarak dan waktu takkan berarti
Karena kau akan selalu di hati
Bagai detak jantung yang kubawa kemanapun kupergi

Videoclip-nya lucu. Aku sering banget, saat jalan-jalan sendiri, ingin ada sobatku yang menyusulku,hanya untuk memastikan agar aku gak sendirian. :mrgreen:

dan akhir tahun ini, terancam jalan-jalan sendiri, sambil dengerin lagu ini. 😀

 

Selamat Hari Lahir Ibu

ini deh video buat ibu, meski ibuku gaptek, paling nanti pas aku mudik aku tunjukkin videonya 😀

Kalo lihat video di atas, jadi inget salah satu dari banyak kejadian saat kecil dulu.

Saat ibu sedang keluar rumah sebentar, aku main ke dapur, dan menumpahkan semangkok sayur bayam, dan waktu itu aku kebingungan, langsung saja aku lari dan bersembunyi di samping lemari (sepertinya dulu gak berani beresin karena takut makin parah dan kena beling mangkok (alasaan)). Aku bersembunyi takut dimarahin. Tapi saat ibu datang, malah bingung nyariin aku, dan kok ibu bisa tau sih aku sembunyi dimana. langsung saja nanyain kenapa aku bersembunyi disitu. Dan yang aku khawatirkantidak terjadi. Malah ibu bilang, “ndak papa, ayo kita beresin bersama.. “. Kadang masih suka merasa banyak salah ama ibu.

Cita-cita yang terdekat terkait dengan ibu adalah membuka tabungan haji untuk ibu ( semoga bisa segera berangkat ya bu, mohon doanya ya kawan-kawan 🙂 ) dan menikah (hehehe, kalo yang ini akunya sih santai aja, tapi ibuku yang gak santai lagi, pengen segera ada yang jagain anaknya, padahal kan anaknya bisa jaga diri sendiri kan ya). Tapi semoga semuanya itu bisa menjadi doa yang segera terwujud. Mungkin itu salah satu cara baktiku untuk ibu.
Banyak hal unik dari ibuku ini, dan semakin lama aku merasa bahwa ternyata aku banyak meniru sifat ibuku :mrgreen:

Lengang

Baru 3 jam lalu bersama adik makan siang bareng, dan pesenanku dpt bonus 1 😀

image

Bawal goreng bumbu wangi. Mungkin karena tergolong kecil kali ya. Alhamdulillah, rejeki

Dan sekarang sudah duduk manis di bur menuju bandung. Nuansa jalan tolnya lengang sekali, dengan cuaca yg mendung sendu menawan, dan alunan lagu mellow dr speaker bus, nuansa yg cocok buat tidur 😀

image

Gak bisa meninggalkan bandung lama-lama.

Posted from WordPress for Android

ICEEI 2011

ini adalah konferensi international pertama yang aku ikuti setelah aku lulus.

Pengalaman pertama presentasi di depan orang-orang dari beberapa negara.

Sayangnya , presentasiku kali ini aku merasa persiapannya sangat kurang. kurang latihan, tapi Alhamdulillah pas hari H cukup lancar. Selama aku melihat presentasi, aku melihat cara orang lain presentasi, mungkin dia sama-sama pemula seerti aku, dan membawa catatan saat presentasi. dan aku melihatnya terkesan dia lebih banyak membaca catatannya daripada bicara sendiri.

aku awalnya berpikir, wah kenapa aku gak bawa catatan juga ya, tapi saat maju ke depan,( dan saat melangkah ke depan mulut masih komat-kamit berdoa untuk menghilangkan kegrogianku 😀 ), aku hanya sedikit membawa catatan. dan hampir tak tersentuh tuh catatan, mungkin karena groginya, jadi aku melupakan catatan itu. Saat selesai presentasi pun, catatan itu tertinggal di meja presentasi :D.  sekitar 2 pertanyaan terlontar untukkku, dan cukup singkat aku menjawabnya, waktu untuk tanya jawab hanya 3 menit. 😀

saat di akhir sesi, peserta dari malaysia bertanya: “are you student?” aku gak menjawab dengan jawaban yang langsung aku hanya menjawab, ” when i wrote my paper, i was student” .. ” owh.. you look so young”.. “yes, i do” sambil cengir cengir gak jelas :mrgreen:

dan ini satu-satunya dokumentasi yang kupunya. . (kalo yang lain pada minta dipotoin pas di akhir sesi, bergaya depan slide presentasinya, dan aku pas gak ada alat buat dokumentasi, ada sih, tapi kamera hapeku yang terbatas banget :mrgreen: )

coba tebak aku yang mana? 😛

Semakin Hari Semakin Mendekati

Setiap harinya,

kadang waktu begitu terasa cepat, banyak hal yang harus segera diselesaikan.

Senang sekali ketika sudah di akhir pekan, senag sekali ketika besok libur.

dan agak manyun ketika hari ini adalah hari minggu, karena besoknya hari senin, dan harus melakukan rutinitas yang gak jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya.

Kadang waktu terasa lambat, ketika menunggu hal-hal yang diinginkan, ketika berharap cemas terhadap suatu hasil.

Lama sekali bertemu dengan hari sabtu, ketika menyadari ini masih hari rabu..

Continue reading

Ujian hari pertama

Alhamdulillah, ujian Jaringan Nirkabel telah terlaksana siang tadi.
Aku sempet deg-degan tadi. Siapa yang ujian, siapa juga yang deg-degan. 😀
tapi ya wajarlah,ada kekhawatiran. mulai dari jenis soal yang keluar, tentang ketelitian. walaupun aku yakin sudah menyampaikan apa yang seharusnya mereka terima, tapi tetep saja masih ada was-was.

Tapi, aku percaya kok, mereka semua sudah berusaha keras. Usaha yang maksimal disertai dengan doa, untuk hasil aku yakin, Allah akan memberikan hasil yang berbanding lurus dengan usaha-usaha yang telah dijalanin.

Continue reading

Silaturahim (I)

Oleh-oleh dari rangkaian silaturahim( beberapa waktu yang lalu)

Dunia ternyata sempit sekali, aku bertemu dengan teman sebangku-ku waktu SMA. dengan gayanya yang khas, dia menyambutku, memang itu gaya dia. yang membuatku merasa dunia itu sempit, ternyata dia juga berteman dengan seniorku di bangku kuliah. what a small world.

ya, sahabatku ini, dulu kami sama-sama ndableg, dan alhamdulillah, tobat nya pun bareng 🙂

kemaren, aku baru dapat cerita seutuhnya, gimana perjalanan awal kuliahnya dulu.

Continue reading

Cikoneng-Citarum Lagi

Suatu sabtu di bulanFebruari (lupa, karena lamanya postingan ini menjadi draft :mrgreen: ) dalam rangka mengobati kepenatan hari-hari sebelumnya, saya dan temen rumah susur sungai daerah belakang perumahan, sungai Citarum. ini merupakan perjalanan kedua kalinya menyusuri daerah ini. yang pertama dulu dengan teman yang lain, dan sudah diceritakan oleh temenku yang lain :D. di sini

Pagi-pagi, saat udara sudah tidak terlalu dingin, berangkat, mulai dari daerah cikoneng. ternyata jalannya masih rusak. mungkin karena lagi banyak dibangun perumahan baru, yang pastinya banyak mobil-mobil gedhe yang mengangkut bahan bangunan ke daerah situ.

dan satu hal yang berubah ketika terakhir melewati daerah sana, yaitu banyak tanaman menjalar di pinggir-pinggir jalan. Kalau gak salah sih, tanaman kacang panjang.

suasana jalan cikoneng

Continue reading

Absen dulu

Setelah Lulus pun, masih juga jarang update ni blog, ada beberapa draft yang ingin di upload.

tar yah…

ternyata, kesibukan setelah tesis selesai, tidak jauh beda ketika tesis masih jadi pikiran utama 😀

 

Panen pertama

Lagi asyik tanam-tanaman. 🙂

Dengan mempertimbangkan ‘jajanan awet’ (beli jajan yang gak akan habis dimakan :mrgreen: ), beli lah pot, dan memindahkan tanaman yang ada pada satu pot.

Dulunya dalam satu pot itu ada 3 pohon pepaya, banyak tanaman cabe, dan lidah buaya. Awalnya cuek saja, karena mereka semua nampak hidup rukun.Ddi dalam pot itu masih cukup subur, karena di dalamnya terdapat pupuk organik, yang berasal dari tikus yang mati akibat perburuan dulu kala :D. Tapi setelah setiap hari melihat mereka, lama-lama kok kasihan juga, apalai pohon pepayanya makin lama, makin tinggi, dan akhirnya hanya tumbuh daun di ujung pohon saja. Akhirnya, saya  berencana untuk memberikan tempat yang lebih layak kepaa mereka. 😀

Pertama kali memindahkan tanaman cabe, tapi saya hanya memindahkan 3 tanaman saja, dan ditempatkan ke dalam satu pot yang panjang. Secara teknik masih amburadul.

Proses pemindahannya asal cabut. sebelum dipindahkan pot yang baru saya isi dengan kerikil-kerikil. Maksud hati, kerikil ini akan berfunsi sebagai penyaring, agar ketika disiram, tanah gak serta-merta ikut terbawa keluar pot.

Setelah kerikil, aku memasukkan rumput-rumputan yang langsung aku cabut dari depan rumah. maksud hati ini sebagai pupuk yang sekalian dalam proses pengomposan. setelah itu baru tanahnya, dan tak lupa tanaman cabenya. Dalam proses pemindahan ini, yang penting tu akar sudah tertimbun tanah. dan waktu dipindahkan 2 dari 3 cabe sudah mulai berbuah.

Mungkin karena kondisi yang kurang bagus, setelah beberapa hari, buahnya mengalami pemerahan dini. apa ya istilahnya, seharusnya belum waktunya menjadi merah, tapi jadi merah. Beberapa hari saya sengaja tidak memanennya. Kebetulan saat itu lagi sok sibuk banget. Jadi khawatir kalo dipanen sekarang malah jadi busuk, karena belum sempat menjadikan itu cabe jadi bumbu masak.

dan baru kemaren akhirnya aku panen, hanya dua biji, dan kondisinya juga memprihatinkan 😦

Pra-mandalawangi (pangrango-part 1)

Keindahan itu membuatku melawan rasa sakit

(very late post), postingan ini dalam rangka memenuhi janji kepaa seorang teman, dan juga dalam rangka mengenang kejadian yang terulang lagi.. sabtu besok ada ajakan untuk naek ke Cikurai, kalo lihat poto-poto nya sih bagus banget, tapi sepertinya jangan naek dulu, harus nyelesain ‘baby‘ ku dulu. (wew,, lama kali gak gedhe-gedhe si baby ieuy)

Continue reading

Si Merah

 

Sebel dengan si merah yang muncul 😦

Tracing program lagi….

Pikiran yang gak sistematis membuat tulisan merah itu sering muncul…

*kalo gak ada merah kurang meriah euy*

tuing tuing

gak beres ah, sehari nge-blog ampe 3 kali.

di akhir sore ini, banyak diskusi. banyak masukan.. dan tetep bingung.

banyak tawaran, banyak pilihan, jadi makin bingung.. 😦

susah sekali untuk tidak membuat kecewa semua pihak, susah sekali untuk berpihak ke beberapa pihak sekaligus

Pengen nangis jadinya. T_T

jadi kangen ma ibu..

“Ya Allah, Engkau lebih tahu apa yang terbaik untukku. kecenderunganku, arahkan ke hal yang lebih banyak mashlahatnya, lebih banyak kebaikan didalamnya..”

Feeling not Good

Hari rabu 20 oktober 2010, di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia, mahasiswa banyak melakukan demo tentang  peringatan 1 tahun kebinet terbaru. Termasuk di Bandung, dan cerita ini sama sekali gak ada hubungannya dengan itu semua.

Cerita ini lebih disebabkan oleh dampak sistemik ketidakseimbangan alam, akibat ulah manusia. Ya, pernah denger kalo rahmat  itu datangnya dari Sang Pencipta, dan musibah  itu akibat ulah manusia. Kalau dipikir-pikir emang iya sih, alam akan selalu mempertahankan keseimbangannya, ketika ada kandungan alam yang berlebih atau kekurangan bencana bisa datang. Walaupun ada yang bilang kalo itu wajar karena itu memang siklus alam. Siklus alam akan berada di jalur yang benar jika tidak ada yang menganggu siklus itu.

Apapun lah itu, yang jelas gunakan alam itu dengan bijak.

Continue reading

Mata

Tak pernah ada pelangi
Tidak juga rembulan
Apalagi matahari

Jernih..
Awalnya tenggelam
Tapi aku jadi betah untuk lebih menyelaminya

Mata itu
Polos
Jujur
Membuatku rindu

Mata itu
Menciptakan bulan sabit di langitku
Cantik
Secantik senyumnya

Mata itu
Tak perlu legalitas
Tak butuh kesombongan
Untuk dianggap ada

Continue reading