Film 99 Cahaya di Langit Eropa (bukan review :D)

Atas rekomendasi seorang teman kepadaku sebuah buku dengan judul ’99 cahaya di Langit Eropa’, aku pun mencari buku ini, tapi saat iti di Bandung belum. Beberapa waktu kemudian, akhirnya saya menemukanya. Dan aku suka banget dengan buku ini. Dari buku ini, aku akhirnya sadar, bahwa pengetahuannku tentang sejarah sangat kurang, terutama tentang sejarah islam. Dan ku tulislah review tentang buku itu di sini

Hari kamis pekan lalu, Timeline di beberapa sosmed ramai dengan film dengan judul yang sama, dan hari itu adalah hari tayang perdana dari Film ini. Langsung memantau di 21cineplex.com .. cari jadwal di Mall yang terdekat dan tempat nonton biasanya, dapat jadwal yang cocok, berangkat deh. walaupun tidak ada teman yang bisa diajak, harus rela seperti biasanya, nonton sendiri ajah… :mrgreen:

image

ah… film ini, bikin aku gemes.. dengan mbak Raline shah sebagai Fatma, walaupun sedikit jauh dari bayanganku tentang sosok fatma, tapi aku suka. dengan memperhatikannya, suka dengan kostum2 yang digunakan Fatma.. 😀  Tokoh Ayse dengan sakitnya masih tetap menjadi agen Muslim yang baik. pada momen ini, saat ayse berdialog dengan Marion sehingga Marion pun akhirnya berjilbab, adegan ini praktis membuat aku nangis.. 😥

Saat Filmnya diputar, sudah berjalan sekitar satu jam, sudah mulai curiga,  cerita  baru sampai di paris, belum ke cordoba, belum ke turki.. dan ternyata bener aja,  coming soon untuk part 2 nya

Ketika membaca bukunya, aku tersadarkan oleh sejarah islam, berbeda saat aku melihat filmnya. Sisi toleransi dalam beragama di negara yang islam menjadi minoritas, sangat terasa toleransinya, terasa kurang.. (keinginan untuk lanjut sekolah di eropa, harus dimantapkan dengan kesiapan menghadapi fenomena ini).

dan sesuai dengan bukunya, Jadilah agen muslim yang baik. 🙂

#jadi terpikirkan, dengan perjalanan yang ku lakukan selama ini, apakah ada manfaatnya untuk agamaku ini, apakah ada manfaatnya untuk manusia yang lain?

Advertisements

Pertama Kali Berhijab

Hari ini sedang ramai dan diperingati sebagai hari Hijab International atau world day hijab. Belum tahu sih sejarah awalnya seperti apa, tapi sedikit tau dari akun @PKSJerman di twitter. tapi intinya, untuk mengajak Muslimah untuk segera berhijab bagi yang belum, dan me’rapi’kan bagi yang belum rapi hijabnya. Hijab yang belum rapi gimana? mungkin akan ada dibahasan yang lain.

Mumpung hari Hijab Dunia, jadi pengen sharing lagi saat pertama kali saya berhijab 🙂

Salah satu tanggal yang kuingat, 1 Agustus 2003. Pertama kali saya mengenakan jilbab secara penuih, dan sehari setelah aku registrasi ulang di kampus tempat aku kuliah dulu.

kenapa saya bilang secara penuh? karena dulu pas sekolah, akhir-akhir tahun saja menggunakan jilbab, itupun kalo pergi-pergi jauh, dan waktu ke sekolah belum pakai jilbab.

Cerita singkat masa SMA dulu, senior-senior dulu, jadiin aku proyeknya. mendorong saya untuk menggunakan jilbab. Saya dulu masih belum mau pake, karena alasan seragam sekolah, nanggung, tinggal sebentar lagi sekolahnya. Padahal dengan alasan itu, ada yang bersedia mau memberikan baju seragam panjang untuk saya. tapi tetep saya gak mau. (aduh, knapa yah, saya dulu bebal banget? :hammer:)

Jadi itu juga yang menyebabkan aku baru berjilbab penuh, sehari setelah registrasi ulang, karena waktu registrasi ulang masih harus menggunakan seragam SMA.
Memang sudah diniatkan ketika kuliah nanti akan menggunakan Jilbab. jadi semua keperluan registrasi berupa foto-foto, sudah berupa foto dengan keadaan berjilbab putih :). masih ingat banget, Petugas registrasinya mastiin bahwa fotonya sesuai dengan yang sedang registrasi. melihat kebingungan panitia, saya menjawabnya dengan “hehehe, nanti mau pake jilbab kak :)”.. petugasnya langsung paham.

Tapi ya itu, dulu masih termasuk anak ababil :D. Berjilbab, tapi kalo keluar masih pake celana tidur, ke masjid pun keluar dari asrama masih pake celana tidur. Gak banget deh pokoknya 😀

Sumber dari foto di FB 😀

Walaupun saat pertama kali berhijab belum langsung rapi (jilbab pendek, pake celana tidur, gak pake kaos kaki), Alhamdulillah, banyak saudar2 seiman yang selalu mendukung dan mengingatkanku.
satu kejadian, di asrama ada acara, dan ada suprise bagi yang baru berhijab mendpatkan hadiah jilbab, saya suka jilbab itu. sampai saat ini pun, sudah agak mbrudul, tetap saya simpan. ada memori indah dalam jilbab itu 🙂

Alhamdulillah sampai sekarang, insyaAllah selalu berhijab rapi, dan smeoga tetap istiqamah dalam kebaikan. Saling mendoakan ya, teman-teman.

Kalo ada yang bilang dengan berjilbab kegiatan jadi terbatas, memang benar. Dengan jilbab akan menahan kita jika kita ingin pergi ke tempat club malam, menahan kita untuk bertindak senonoh.. jilbab bisa menahan kita  berbuat hal yang buruk. Selebihnya, kita bias beraktivitas apa saja dengan berjilbab. jadi buat teman-teman yang hobi naik gunung, caving, snorkling dkk, kita masih bisa melakukan semua itu. jilbab bukan pengekang, tapi justru mengangkat derajat kita.

mungkin lain kali kita bisa berbagi cerita pengalaman dengan jilbab kita 🙂

#eh kalo ada yang baru berjilbab, sharing ya, ada kado buat ukhti cantik yg baru berjilbab 🙂