Jilbab Traveler The Movie

Berawal dari buku tentang berbagai pengalaman tentang para muslimah yang berada di luar negeri, kemudian terbitlah novelnya, dan akhirnya tayanglah Movie-nya. πŸ™‚

Alhamdulillah, kemaren dapat kesempatan untuk menyaksikan premier The Jilban Traveler-Love Sparks in Korea, di Premier XXI Bandung. Dapat kesempatan juga foto dari salah dua tokoh nyata dari film ini. πŸ˜€


Dilihat dari judulnya saja, bisa ditebak bahwa iya, film ini tentang muslimah yang suka jalan. Namun, banyak hal yang tersampaikan dalam film ini. Sepanjang membaca novel ini, dan pun melihat film ini, aku banyak ngaca pada diriku sendiri. Sudah benarkan niatku dalam melakukan sebuah perjalanan, apakah hanya demi sekedar cap paspor, sekedar koleksi foto, padahal ada atribut yang menempel pada diriku, jilbabku, kemuslimahanku, Islam.

FIlm ini memiliki setting di South Korea, Baluran, Kawah Ijen, dan Jakarta. Siap-siap saja, bikin trip dengan tema LSIK yang mengambil tujuan Baluran dan Kawah Ijen, ditambah Pulau Menjangan juga oke. πŸ˜€

Tak hanya tentang travelingnya, film ini juga menekankan bahwa, jangan sampai kondisi kitaΒ  baik itu tentang fisik, pendidikan, materi atau apapun itu menghalangi kita untuk mengejar cita-cita kita. Dan dukungan keluarga memiliki peran untuk membangkitkan kepercayaan diri kita untuk dapat mengejar segala cita-cita kita.

Rania, tokoh utama dalam film ini, memiliki Ayah yang menjadi inspirasi dia untuk terbang ke berbagai tempat. dan yang awalnya ibu nya pun menentang tentang kepergian Rania, akhirnya pun dapat melepas anaknya untuk ‘terbang’ menjemput cita-citanya. Di bagian ini, cukup terlihat bagaimana kekhawatiran orang tua, terutama ibu, yang melihat anak gadisnya pergi kemana-mana sendiri, tanpa mahrom. Dan memnag kondisi ideal adalah seorang wanita bepergian disertai dengan mahromnya. Tapi jika tak menemui kondisi ideal ini, jangan sampai meghambat kita untuk dapat meraih ilmu di luar sana. ( Aku mulai baper saat adegan di awal film ini, hal yang sama terjadi padaku)

Selain itu, film ini juga bercerita tentang romantisme. Bahwa saat bertemu dengan orang, benteng utama adalah keimanan, akhlak. Ini terlihat saat Rania bertemu dengan Hyeun Geun. Bagaimana romantisme itu terbentuk, dengan batas-batas tertentu. Namun, (maaf jika terlalu spoiler) alur cerita yang cukup berbeda dari novelnya untuk bagian ini, aku kurang sependapat. Karena memang, godaan terbesar ketika seseorang menuju pernikahan adalah besarnya keraguan, dan dalam alur ini, hal ini terjadi.

Ya, secara garis besar, Film ini tayangan yang aku rekomendasikan. Jika kamu suka traveling, cobalah bawa orang tuamu nonton ini, agar ayah-ibu tahu, apa yang sebenarnya ada di benak anak-anaknya, saat mereka berpamitan pergi. Boleh juga bawa orang-orang lain yang berkepentingan dengan mu, dalan hal pemberian ijin agar tidak terlalu khawatir. Dan di luar sana, dengan melangkahkan kaki lebih jauh, kamu bisa belajar lebih banyak hal, menjadi duta Islam, dan menjadi lebih sayang dengan keluarga.

Jangan lupa, mulai tayang besok tanggal 5 Juli 2016.

Selamat bermesra dengan malam terakhir di bulan Ramadhan tahun ini. Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan. Aamin..

Advertisements