Beautiful is Pain (?)

‘aduuhh.., sakit mbak..’ saat mbak kapster memulai mengambili komedo yang sudah sangat ‘dalam’.

’emang mbak, kan jadi cantik itu sakit..’

Gak setuju banget dengan ucapan mbaknya, dan juga jargon beautiful is pain.

Mungkin ada benarnya, jika kita sebagai manusia sudah menetapkan standar bahwa cantik itu adalah putih, mulus, langsing, molek, bibir merekah, bulu mata lentik, rambut panjang halus, dan kaki mulus seperti kaki meja.

Definisi cantik seperti itu juga sudah tertanam pada diri kita dengan berjubelnya di media, iklan tentang produk kecantikan. kecantikan dengan definisi umum.

Kalau menurut saya sendiri, cantik itu ketika dia sehat, bersih, dan cerdas.

Jadi greget ketika lihat video clip ini

dan setiap wanita itu dilahirkan dengan kecantikannya masing-masing, yang mungkin tidak semua orang bisa melihatnya.

Jangan menyakiti dirimu untuk memenuhi standar kecantikan umum, my sista..

Sehatlah, maka tubuhmu dengan sendirinya akan mengeluarkan kecantikannya.

Cerdaslah sehingga aura kecantikanmu pun bertambah.

bentengi dirimu agar kecantikanmu hanya mendatangka kebaikan.

Advertisements

Kesempatan menjadi ibu

Hari ini masih hari rabu, hari ke empat dalam pekan ini.

Sejak hari pertama pekan ini berturut-turut aku mendapatkan kabar yang membuat hatiku tergetar.

Tapi aku ingat,  Allah akan sesuai dengan prasangkaan hambaNya.

Hari ahad,  aku mendapati seorang saudariku sakit, sehingga tidak bisa datang ke pertemuan kami kali ini.  Spontan aku berdoa,  semoga diberi kesabaran dan sakitnya bisa meluruhkan dosa-dosa yang ada, dan diberi kesembuhan.

Hari berikutnya,  saudariku yang sama, yang sakit di hari kemaren, harus menjalani kiret.  Astagfirullah, dua kali beliau mengandung, dua kali pula harus mengikhlaskan janinnya. aku mendpatkankan kabar itu dari saudari yang lain. Beliau minta untuk dibantu dengan doa. Tanpa diminta pun aku dan temen2 yang lain akan mendoakanmu ukhti…

Dan kemaren, di hari ketiga, ku mendapat sms lagi, kali ini, kabar dari saudariku yang lain, yang di kota lain.

Kali ini suami beliau yang memberi kabar, hari ini istrinya akan diinduksi,  mohon bantuan doa.

Seketika pikiran buruk muncul,

Astaghfirullah..astaghfirullah..astaghfirullah,  segera kutepis semua nya.  Aku segera berdoa sebisa ku.  Aku minta

temen2 yang lain untuk ikut membantu dengan doa.

Dan sampai siang ini,  dia masih berjuang untuk bisa segera melihat bayinya..

Untuk saudari-saudariku:  semoga segala yang terjadi, membuatmu lebih kuat, dan ku ucapkan selamat bagi mu, telah merasakan nikmat untuk menjadi seorang ibu.

Semoga anak-anak yang dilahirkan menjadi generasi rabbani, generasi terbaik,  dan lebih baik dari kita.

ibu

I will always give you supports, my sist, more and more…